Foto: Dok. Media Istiqlal

Renungan Fajar: Menjaga Alquran di Era Digital: Fokus, Ikhlas, dan Sabar

Administrator 26 Feb 2026 Warta Istiqlal

Oleh: H. Martomo Malaing, S.Q., M.A.

Dalam Kajian Renungan Fajar di Masjid Istiqlal, H. Martomo Malaing menyampaikan tausiyah tentang bagaimana umat Islam menjaga Al-Quran di tengah derasnya arus era digital. Kajian ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan banyak kemudahan, namun juga membawa tantangan serius bagi para pembaca dan penghafal Al-Quran.

H. Martomo Malaing menyampaikan tausiyah dengan mengawali penjelasannya melalui firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Hijr ayat 9:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ 

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya” (QS. Al-Ḥijr [15]:9)

Ayat ini menjadi dasar keyakinan bahwa Al-Quran akan senantiasa terpelihara hingga akhir zaman. Salah satu cara Allah menjaga kemurnian Al-Quran adalah dengan menanamkannya di dada para penghafal Al-Quran. Dari generasi ke generasi, para Huffadz menjadi penjaga kalamullah agar tetap terjaga lafaz dan maknanya.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan kemuliaan orang-orang yang dekat dengan Al-Quran, baik melalui membaca, menghafal, maupun mengajarkannya.

Dalam kajiannya, H. Martomo Malaing menguraikan setidaknya tiga tantangan utama yang dihadapi para penghafal Al-Quran di era digital saat ini.

1. Distraksi dan Hilangnya Fokus

Tantangan pertama adalah distraksi, yaitu gangguan fokus yang datang tanpa henti. Gawai, media sosial, dan notifikasi yang terus bermunculan membuat konsentrasi mudah terpecah. Padahal, menghafal Al-Quran menuntut fokus penuh, ketenangan, dan kesungguhan.

Hampir semua pekerjaan yang kita lakukan membutuhkan Fokus, “Siapa yang tidak fokus pada suatu pekerjaan, jangankan menghafal Al-Quran, pekerjaan  yang lain saja kalau kita kerjakannya tidak fokus, InsyaAllah hasilnya tidak akan maksimal,” ujar H. Martomo

Tanpa fokus, hafalan sulit masuk dan mudah hilang. Karena itulah, banyak pesantren Al-Quran membatasi penggunaan ponsel agar santri dapat menjaga konsentrasi dalam menghafal kalamullah. 

2. Krisis Keikhlasan

Tantangan kedua adalah krisis keikhlasan. Di era digital, membaca atau menghafal Al-Quran sering kali diiringi dengan keinginan untuk membagikannya di media sosial. Di sinilah hati diuji: apakah bacaan tersebut dilakukan semata-mata karena Allah SWT, atau demi pujian, popularitas, dan likes.

Keikhlasan harus terus ditata. Ketika muncul rasa kecewa karena kurangnya apresiasi manusia, itulah tanda bahwa niat perlu diluruskan kembali. Al-Quran diturunkan untuk mendekatkan manusia kepada Allah, bukan untuk mencari pengakuan dari sesama.

3. Budaya Serba Instan

Tantangan ketiga adalah budaya instan. Kemajuan teknologi membiasakan segala sesuatu berjalan cepat dan praktis. Namun, menghafal Al-Quran tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya harus dilalui tahap demi tahap, mulai dari memperbaiki bacaan, memahami tajwid, hingga memperbanyak murajaah.

Menghafal Al-Quran membutuhkan kesabaran. Tidak ada jalan pintas. Setiap tahapan yang dilompati justru akan menyulitkan di kemudian hari.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah  [2]:153)

Bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran, tiga hal ini menjadi kunci utama: menjaga fokus, meluruskan niat, dan melatih kesabaran. Menghafal Al-Quran bukan sekadar mengejar target jumlah hafalan, tetapi sebuah perjalanan panjang yang membentuk karakter, akhlak, dan kedekatan dengan Allah SWT.

Al-Quran akan selalu terjaga sebagaimana janji Allah SWT. Namun, kemuliaan besar diberikan kepada hamba-hamba pilihan yang ikut menjaga Al-Quran melalui hafalan dan pengamalannya.

(VISCHA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)



 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.