Kitab Al-Arbain An-Nawawiyah Karya Imam An-Nawawi
Oleh: KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc., M.A.
Sebagai hamba Allah SWT, manusia sering kali terjebak dalam rasa bangga atas usaha sendiri maupun rasa putus asa akibat dosa-dosa yang telah diperbuat. Padahal, segala kenikmatan, petunjuk, dan pengampunan pada hakikatnya bersumber semata-mata dari rahmat Allah SWT.
Dalam kajian Hawamisy di Masjid Istiqlal, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc., M.A. mengupas hadis ke-24 dari kitab Al-Arbain An-Nawawiyah karya Imam An-Nawawi. Hadis ini bertemakan Tahrim Az-Zulm (Larangan Berbuat Zalim), yang merupakan salah satu hadis qudsi terpanjang dan berkedudukan sangat mulia.
Pesan-Pesan Utama dalam Hadis Qudsi Ke-24
Berdasarkan riwayat sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ menyampaikan firman Allah SWT dalam hadis qudsi ini yang mengandung beberapa pokok ajaran:
1. Allah Mengharamkan Kezaliman
Allah SWT menegaskan bahwa Diri-Nya mahasuci dari sifat zalim dan melarang hamba-Nya untuk saling menzalimi.
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
2. Petunjuk dan Rezeki Hanya dari Allah
Manusia pada dasarnya tidak memiliki daya, ilmu, maupun rezeki kecuali yang dikaruniakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk selalu memohon petunjuk, makanan, dan pakaian hanya kepada-Nya.
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
"Wahai hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka memohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian petunjuk."
3. Luasnya Ampunan Allah SWT
Manusia tidak pernah luput dari berbuat salah dan dosa, baik siang maupun malam. Namun, Allah SWT berjanji akan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya selama ia mau beristigfar dan memohon ampunan.
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat salah pada malam dan siang hari, sedangkan Aku mengampuni seluruh dosa. Maka memohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian."
4. Keagungan dan Kekayaan Allah SWT yang Mahasempurna
Ketaatan seluruh makhluk tidak akan menambah kekuasaan Allah SWT, dan kemaksiatan seluruh makhluk pun tidak akan mengurangi kekayaan-Nya sedikit jua. Seandainya seluruh makhluk meminta sesuatu dan Allah mengabulkan semuanya, hal tersebut tidak mengurangi kekayaan Allah kecuali bagaikan setetes air pada jarum yang dicelupkan ke dalam lautan.
Pelajaran Penting dari Kajian
- Hikmah di Balik Musibah: Musibah atau bencana alam yang terjadi bukanlah bentuk kezaliman Allah SWT, melainkan bagian dari ketetapan-Nya yang menyimpan hikmah besar. Sering kali musibah terjadi sebagai sarana pembelajaran bagi manusia atas kerusakan yang diperbuatnya sendiri.
- Menghindari Sifat Ujub dan Kufur Nikmat: Setiap keberhasilan, ilmu, dan rezeki harus disadari sebagai karunia Allah SWT, bukan semata-mata hasil usaha pribadi. Lawan dari bersyukur atas nikmat ini adalah kufur.
- Optimisme dalam Bertobat: Berapa pun besarnya dosa yang pernah diperbuat, seorang hamba dilarang berputus asa dari rahmat Allah SWT. Selama ada kesungguhan untuk memohon ampunan (istigfar), Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa tersebut.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.