Foto: Dok. Media Istiqlal

Menjaga Kemuliaan Majelis: Merajut Adab dan Mencari Ilmu dalam Kajian Kitab Taisirul Akhlaq

08 Sep 2026

Majelis ilmu adalah salah satu taman surga di dunia yang memiliki keutamaan luar biasa. Di Masjid Istiqlal, dalam kajian rutin yang disampaikan oleh KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc., dibahas mengenai pentingnya adab ketika berada di dalam majelis ilmu. Kajian ini merujuk pada kitab Taisirul Khalaq Fil Ilmil Akhlaq karangan Syekh Hafid Hasan Al-Mas’udi.


Perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidir sebagai Teladan Mencari Ilmu
Pentingnya adab dan kesungguhan dalam menuntut ilmu telah diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, khususnya melalui kisah pertemuan antara Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS dalam Surah Al-Kahfi. Nabi Musa AS yang bergelar Kalimullah dan dikaruniai ilmu yang tinggi, tetap tawadu untuk memohon kepada Nabi Khidir AS agar diperkenankan ikut dan belajar ilmu hikmah darinya.


Kisah ini termaktub dalam Al-Qur'an:


قَالَ لَهٗ مُوْسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Artinya: Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) dari apa yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”


Kata ‘rusda’ dalam ayat tersebut ditafsirkan sebagai ilman wa hikmah—ilmu secara proses hingga tercapai kesuksesan, ilmu yang melihat sebab dan akibat, serta ilmu yang tidak hanya mengajarkan tentang kebenaran tetapi juga menumbuhkan keyakinan (ilmu hikmah).
Poin-Poin Penting Adab di Majelis (Adabul Majalis)


Dalam kitab Taisirul Khalaq, dijelaskan beberapa adab utama yang hendaknya dijaga oleh seseorang ketika mendatangi majelis pertemuan atau majelis ilmu, antara lain:


1. Memulai dengan Salam
Dianjurkan untuk mengucapkan salam saat pertama kali memasuki majelis, baik majelis tersebut sudah diisi orang maupun masih kosong. Menebar salam adalah sunah yang membawa keberkahan dan keridaan Allah SWT dan wajib menjawab salam.
2. Menjaga Perkataan dan Menghindari Obrolan Kosong
Hendaknya seseorang menjauhkan diri dari ucapan-ucapan awam yang tidak memiliki faedah (al-khaliyah anil faedah). Berbicara di dalam masjid atau majelis diperbolehkan selama berkaitan dengan ilmu Allah, zikir, atau hal-hal bernilai ibadah.
3. Mengubah Kemungkaran Sesuai Kemampuan
Jika melihat suatu kemungkaran atau ketidakaturan di majelis, hendaknya diingatkan dengan tangan (kekuasaan/wewenang), jika tidak mampu maka dengan lisan, dan jika masih belum mampu maka dengan hati (berdoa dari dalam hati). Hal ini merujuk pada prinsip nahi mungkar yang konstruktif.
4. Tawadu dan Tidak Meremehkan Orang Lain
Seseorang tidak boleh meremehkan orang lain yang duduk bersamanya di majelis, sebab boleh jadi orang yang diremehkan tersebut memiliki kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah SWT. Selain itu, penghormatan kepada seseorang hendaknya didasarkan pada kemuliaan ilmu dan agamanya, bukan semata-mata karena harta atau materi.
5. Duduk dengan Tenang dan Berwibawa
Menjaga ketenangan (waquro) dan kewibawaan saat duduk di dalam majelis menunjukkan bentuk pengagungan terhadap ilmu yang sedang disampaikan.
Keutamaan Menuntut Ilmu di Jalan Allah


Di penghujung kajian, diingatkan kembali tentang betapa istimewanya kedudukan orang yang menuntut ilmu. Berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, orang yang mencari ilmu dengan niat yang benar karena Allah SWT akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa, di antaranya:
• Mendapatkan pahala yang disetarakan dengan ibadah haji yang sempurna.
• Dinilai sebagai amal yang termasuk dalam jalan fii sabilillah (jihad di jalan Allah).
• Dikelilingi oleh ribuan malaikat yang membentangkan sayap dan mengaminkan setiap doa kebaikan yang dipanjatkan selama berada di majelis ilmu.


Oleh karena itu, semangat mencari ilmu hendaknya terus dipelihara sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi), demi meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.