JAKARTA, Di tengah maraknya tantangan zaman modern, Istiqlal Youth Association (IYAS) menggelar rangkaian acara Istiqlal Youth Fest 2026 yang berlangsung di lantai utama Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan yang ditujukan khusus bagi generasi muda ini menghadirkan kajian bertajuk pengembangan potensi diri, metode menghafal Al-Qur'an, serta pembentukan karakter bersama Ustadz H. Ahmad Muzakkir, Lc., M.A.g.
Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad Muzakkir menegaskan pentingnya anak muda mengenali potensi dan keistimewaan yang dikaruniakan Allah SWT. Menurutnya, keberagaman bakat merupakan hal yang patut disyukuri dan dikembangkan secara maksimal.
"Setiap manusia memiliki keunggulan dan pembawaan yang berbeda. Ada yang kuat dalam analisis, ada yang berbakat memimpin di depan publik, dan ada pula yang diberi kemudahan dalam menghafal Al-Qur'an. Semua potensi ini harus digali dan dikuasai," ujar Ustadz Ahmad Muzakkir di hadapan para jemaah.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 84:
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا
"Katakanlah (Muhammad), 'Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.' Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." (QS. Al-Isra: 84).
Metode Mengulang Hafalan dan Keistiqamahan
Berbagi pengalaman pribadinya saat meniti jalan sebagai penghafal Al-Qur'an sejak usia sekolah dasar hingga menjuarai ajang Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ), Ustadz Ahmad Muzakkir membeberkan rahasia utama dalam menjaga hafalan. Beliau mengungkapkan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur'an bukan diukur dari seberapa cepat seseorang menambah ayat baru, melainkan dari kedisiplinan mengulang hafalan secara konsisten (muraja'ah).
"Kalau punya cita-cita, kita harus berani mengejarnya dengan usaha maksimal dan istiqamah. Jangan sampai amalan kita berlebihan di awal lalu mengendur dan berhenti total di tengah jalan," tuturnya.
Prinsip keistiqamahan ini berlandaskan pada sabda Rasulullah SAW:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang berkelanjutan (konsisten) walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Harus Berada di Atas Ilmu
Di akhir pemaparannya, Ustadz Ahmad Muzakkir memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya adab dan moral di atas keahlian maupun ilmu. Beliau mengingatkan bahwa sejarah mencatat masyarakat jahiliah di zaman Rasulullah SAW memiliki keahlian tinggi dalam bersyair, namun rendah secara tauhid dan akhlak.
Oleh karena itu, kepintaran, banyaknya hafalan, serta deretan prestasi tidak akan membawa keberkahan jika tidak diiringi dengan sifat rendah hati dan integritas.
"Akhlak adalah perwujudan nyata dari pengamalan ilmu. Banyak orang berilmu tetapi terjerumus pada pelanggaran karena tidak memiliki adab," tegasnya.
Penegasan tersebut mengacu pada misi utama pengutusan Rasulullah SAW sebagaimana riwayat hadis sahih:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani)
Melalui acara Istiqlal Youth Fest 2026 ini, generasi muda diharapkan tidak hanya berambisi mengukir prestasi dan mengasah keahlian diri, tetapi juga teguh memegang prinsip istiqamah serta menjadikan akhlak mulia sebagai penuntun utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.