Foto: Dok. Media Istiqlal

Renungan Fajar Istiqlal: Pondasi Sebelum Menuntut Ilmu

Admin 25 Aug 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pernahkah kita menjumpai orang yang cerdas, berpendidikan tinggi, bahkan punya jabatan penting, tetapi justru perilakunya merugikan orang lain? Itulah tanda ilmu yang tak dibarengi adab. 

Ilmu memang bisa mengangkat derajat seseorang, namun tanpa adab ia bisa berubah menjadi alat perusak. Karena itulah para ulama selalu menekankan, sebelum belajar ilmu, pelajarilah adab terlebih dahulu.

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ 

“Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujādalah [58]:11)

Ada satu ungkapan yang mengatakan الأَدَبُ فَوْقَ الْعِلْمِ (adab berada diatas ilmu). Sekarang ungkapan ini lebih sering disebut orang, sering viral. Adab dulu baru ilmu. 

Kenapa mesti belajar adab dulu, etika, belajar akhlak dulu sebelum belajar ilmu? Ada tiga aalasannya:

1. Ilmu tanpa adab maka akan membawa kerusakan. Kita bisa melihat yang sering terjadi di dunia, orang yang melakukan penyimpangan, koruptor misalnya mereka tidak diragukan ilmunya karena untuk mecapai suatu jabatan dibutuhkan proses yang lama. 

Artinya minimal pengalamannya sudah ada, tapi kalau adab atau akhlaknya tidak ada maka ilmu itu akan membawa kerusakan. Seorang pemimpin yang memiliki ilmu tapi tidak belajar akhlak, tidak belajar adab, maka ia akan menjadi pemimpin yang otoriter dan menyengsarakan masyarakat.

2. Adab menjadikan ilmu lebih terbuka. Seorang murid yang tidak hormat kepada gurunya ilmunya tidak akan bisa masuk. Kalau ia tidak pernah memosisikan dirinya sebagai gelas kosong, selalu sombong di depan guru, ilmu tidak bisa masuk. Salah ilmu itu tidak bisa masuk karena banyaknya maksiat, dan maksiat itu bagian dari kurangnya akhlak. 

3. Adab membentuk pribadi yang mulia, jika orang sudah berakhlak, maka seluruh akhlak terpuji itu sudah berkumpul di dalamnya. 

Minimal ada tiga akhlak terpuji yang terkumpul di sana. Pertama, seseorang tidak akan bisa disebut beradab atau berakhlak  ketika ia tidak memiliki sifat tawadhu’. Salah satu syarat agar ilmu bisa masuk murid itu harus tawadhu’. 

Kedua, ilmu itu tidak mungkin berkah kalau kita menuntut ilmu tidak disertai dengan keikhlasan. Kemudian yang ketiga adalah kesabaran. 

Penyebab berkah atau tidaknya ilmu seseorang itu tergantung dari akhlaknya. (NADIEN/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.