Foto: Dok. Media Istiqlal

Delegasi FABC Kunjungi Masjid Istiqlal: Bukti Nyata Toleransi Beragama di Indonesia

Administrator 26 Jul 2026 Warta Istiqlal

 

JAKARTA, www.istiqlal.or.id – Momen bersejarah kembali terajut di Masjid Istiqlal atas kunjungan persaudaraan delegasi para Uskup dan Kardinal dari 22 negara Asia yang tergabung dalam Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC), Ahad (26/7/2026).

Kunjungan para pimpinan Gereja Katolik se-Asia tersebut menguatkan peran Masjid Istiqlal sebagai bagian dari simbol toleransi bangsa Indonesia dan rumah bersama (home of brotherhood) antarumat beragama.

Memahami lebih dalam, mari tilik keistimewaan dan nilai filosofis Masjid Istiqlal sebagai tempat bersejarah kebanggaan umat muslim di Indonesia.

1. Sejarah Pembangunan dan Karya Arsitek Protestan

Istiqlal yang bermakna "Merdeka"—digagas oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno dan Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta, atas cetusan ide dari Menteri Agama RI pertama KH. Wahid Hasyim bersama sejumlah tokoh Islam yaitu Anwar Tjokroaminoto, H. Agus Salim, Ir. Sofwan, dan KH. Taufiqorrahman, sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Proses pembangunannya dimulai dengan peletakan batu pertama pada 24 Agustus 1951. Sebelum itu, seluruh masyarakat juga ikut serta gotong royong  membersihkan bekas lahan Benteng Frederick Hendrik yang berada di dalam area Taman Wilhelmina, untuk diubah fungsinya menjadi masjid megah sarat sejarah di jantung Ibu Kota Jakarta.

Istimewanya Istiqlal, terletak pada sejarah perancangnya. Melalui kompetisi maket terbuka pada tahun 1955, rancangan bertema "Ketuhanan" karya Frederich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen Protestan, terpilih menjadi pemenang. Keputusan Bung Karno menunjuk Silaban menegaskan pesan mendalam sejak awal berdiri, yaitu Istiqlal dibangun di atas fondasi keberagaman dan persatuan nasional.

2. Rumah Bersama dengan Arsitektur Penuh Makna
Didesain untuk menampung hingga ratusan ribu jamaah, Istiqlal dirancang sebagai ruang terbuka yang inklusif. Di lantai utama, masjid dipayungi keagungan kubah raksasa berdiameter 45 meter—angka yang melambangkan tahun kemerdekaan RI 1945. Kubah tersebut ditopang oleh 12 tiang utama yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal).

Bangunan bergaya arsitektur modern tropis ini memadukan material marmer dan baja anti-karat (stainless steel), menciptakan suasana yang timeless, megah, sejuk, dan lapang.

3. Bedug Raksasa: Sentuhan Tradisi Nusantara

Di kawasan masjid, para delegasi FABC juga diajak melihat langsung salah satu ikon kebudayaan khas Indonesia, yaitu bedug raksasa Masjid Istiqlal yang merupakan hadiah dari Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto menjelang peresmian Masjid Istiqlal pada 22 Februari 1978.

Terbuat dari kayu meranti merah (Shoreae) utuh berusia ratusan tahun, bedug ini menjadi simbol kearifan lokal dalam memanggil umat untuk beribadah sekaligus merawat kebersamaan.

Keunikannya makin terasa pada lapisan membrannya, di mana sisi depan menggunakan kulit utuh sapi jantan Madura sebagai simbol kepemimpinan dan tanggung jawab, sedangkan sisi belakang menggunakan kulit sapi betina Bali sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan.

Kombinasi material langka dan filosofi mendalam ini menjadikan bedug raksasa Istiqlal bukan sekadar alat panggil shalat, melainkan mahakarya seni budaya bangsa.

4. Teras Raksasa dan Lanskap Harmoni Istiqlal–Katedral
Melangkah ke area luar, Istiqlal juga memiliki teras raksasa (plaza) serta pelataran keramik merah di area menara yang memperlihatkan lanskap indah antara kubah dan menara Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan menara Gereja Katedral Jakarta.

Lanskap visual ini menjadi bukti fisik betapa dua rumah ibadah besar dapat saling menjaga dan hidup berdampingan secara damai selama puluhan tahun.

5. Terowongan Silaturahim

Menjadi penghubung bawah tanah antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Terowongan Silaturahim merupakan ikon modern kerukunan beragama di Indonesia yang telah dikenal dunia setelah disambangi langsung oleh Paus Fransiskus pada 5 September 2024 lalu.

Melintasi terowongan yang sama, para delegasi Uskup FABC merasakan langsung makna filosofis lorong ini, bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat pemisah, melainkan jembatan untuk saling menyapa dan bekerja sama demi kemanusiaan.

Melalui sejarah panjang, kemegahan arsitektur, dan nilai-nilai keterbukaan yang diusungnya, Masjid Istiqlal terus berdiri kokoh menjalankan misinya sebagai Home of Brotherhood (Rumah Persaudaraan) dan Bridge of Humanity (Jembatan Kemanusiaan) bagi Indonesia dan dunia. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.