JAKARTA, www.istiqlal.or.id – Rangkaian penutupan Sidang Pleno Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC) pada Minggu (26/7/2026) diwarnai momen bersejarah dan penuh persaudaraan. Para delegasi Uskup dan Kardinal dari 22 negara Asia melakukan kunjungan persaudaraan ke Masjid Istiqlal setelah melintasi Terowongan Silaturahim dari arah Gereja Katedral Jakarta.
Kedatangan para pemimpin Gereja Katolik se-Asia yang dibagi dalam beberapa kelompok rombongan tersebut disambut hangat oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar.
Meresapi Makna Terowongan Silaturahim
Rangkaian tour dimulai saat para delegasi menyeberang melalui Terowongan Silaturahim, tempat bersejarah yang sebelumnya juga disambangi oleh Paus Fransiskus pada 5 September 2024.
Terowongan Silaturahim, yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral secara fisik ini memiliki makna filosofis, yaitu sebagai simbol toleransi dan terjaganya komitmen hidup bangsa Indonesia dalam merawat keberagaman.
Melesat masuk melalui Pintu Al-Fattah dan Taman Al-Quddus, para delegasi FABC diajak menilik langsung Lantai Utama Masjid Istiqlal. Di lokasi ini, KH. Nasaruddin menerangkan sejarah, dan makna arsitektur bangunan masjid.
"Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral adalah simbol fisik sekaligus spiritual persaudaraan di Indonesia. Terowongan Silaturahim bukan sekadar bangunan bawah tanah, melainkan jembatan hati yang menghubungkan antarsesama anak bangsa dan sesama umat manusia," ujar KH. Nasaruddin Umar dalam keterangannya.
Pengalaman Unik: Menabuh Bedug dan Abadikan Harmoni Lintas Agama
Salah satu momen yang membuat pertemuan ini penuh hangat ialah saat perwakilan para delegasi Uskup Asia mencoba menabuh bedug, instrumen tradisional khas Indonesia yang digunakan sebagai pengiring azan dan penanda waktu shalat.
Tak selesai di situ, para Uskup diajak menuju area menara dan pelataran keramik merah. Di titik ini, para delegasi mengabadikan foto bersama dengan latar belakang dua rumah ibadah yang berdampingan, yaitu kubah Masjid Istiqlal dan menara Gereja Katedral Jakarta. Sudut ini mempertegas pesan persatuan di tengah keberagaman.
Audiensi dan Ramah Tamah di Ruang VIP Al-Malik
Usai berkeliling kawasan masjid, rombongan mengikuti sesi ramah tamah dan audiensi bersama KH. Nasaruddin Umar di Ruang VIP Al-Malik. Kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai pentingnya peran tokoh agama di Asia dalam membangun perdamaian, mengatasi masalah kemanusiaan, serta merawat lingkungan hidup.
Presiden FABC menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keramahan Istiqlal dalam menerima delegasi uskup se-Asia serta komitmen nyata Indonesia dalam merawat kerukunan antarumat beragama. Kunjungan ini dinilai selaras dengan tema utama Sidang Pleno FABC ke-12 tahun 2026, yakni "Panggilan Konversi Sinodal dan Misi Menjadi Jembatan serta Pembangun Jembatan di Asia".
Turut hadir dalam kunjungan ini Uskup Agung Goa dan Daman sekaligus Presiden FABC Kardinal Filipe Neri Ferrão, Uskup Caloocan, Filipina, sekaligus Wakil Presiden FABC Kardinal Pablo Virgilio David, dan Uskup Agung Tokyo dan Sekretaris Jenderal FABC Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD, dan para kardinal serta uskup lainnya dari 22 konferensi waligereja anggota FABC di seluruh Asia. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.