Foto: Dok. Media Istiqlal

Muhasabah Akhir Tahun: Kenali Cara Kita Meraih Bahagia

Admin 03 Jan 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Ustaz H. Muhammad Nur Maulana

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Tepat malam ini adalah malam 1 Rajab, siapa yang menghidupkan malam 1 Rajab tidak akan dimatikan hatinya, jangan pandang enteng malam ini, karena mala mini adalah malam1 Rajab dimana ada lima malam yang harus kita hidupkan yaitu malam 1 Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Lailatul Qadr. 

Malam 1 Rajab adalah malam yang mana InsyaAllah kita meraih ampunan Allah, karena Rajab, Sya’ban, Ramadhan. Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban itu bulannnya nabi, dan Ramadhan bulannya umatnya nabi.

Bulan Rajab itu yang paling mulia di 10 awalnya bulan Rajab, sampai disebutkan siapa yang berpuasa pada tanggal 1 Rajab pahalanya 3 tahun ibadah, 2 Rajab 2 tahun, 3 Rajab 1 tahun, 4 Rajab 11 bulan. Jadi, seawal-awalnya itu satu sampai sepuluh itu kemuliaan di bulan Rajab. Jika di bulan Sya’ban pertengahannya yaitu 11 – 20, apalagi saat malam Nisfu Sya’ban dan kalau Ramadhan di 10 hari terakhir malam Lailatul Qadar.

Saya malam hari ini akan membawakan materi penyemangat apalagi bertepatan dengan malam pergantian tahun 2024 ke 2025, kita tidak bisa tidak melihat fenomena pergantian tahun ini berlalu begitu saja, tapi jadikan muhasabah renungan diri dan intropeksi diri. 

Jamaah, tidak boleh kita tidak berada di majelis, siapa yang berada di majelis yakin itu jalan menuju surga, masuk ke masjid itu adalah panggilan, tamu. apalagi mau tahajud itu undangan dari Allah, jadi sangat sedihlah kalau kita tidak diundnag untuk menghadiri jamuan yang indah yakni shalat tahajud, sedihlah kita kalau tidak bisa menginjakkan kaki kita ke Masjid.  

Masjid itu akan datang di padang mahsyar dipimpin oleh Masjidil Haram, disamping kanannya Masjid Nabawi, disamping kirinya Masjidil Aqsa, dan dibelakangnya semua Masjid yang pernah dibangun akan datang di padang mahsyar untuk memberikan syafaat akan mencari tiga golongan manusia, yang pertama yang pernah membangun Masjid, yang kedua orang yang pernah mengurus Masjid, dan yang ketiga orang yang pernah masuk ke dalam Masjid.

Saya membahas materi “Meraih Bahagia”, kita harus optimis tidka boleh pesimis, jika mau Bahagia lakukan empat yang pertama cari sumbernya, sumber bahagia itu apa, yang kedua kenali marah karena marah itu merusak kebahagiaan, yang ketiga jadi kaya, dan yang keempat raih kepuasan.

Kita mulai satu sumber, yaitu bahagia, sumber bahagia itu ada tiga, pertama dekat dengan Allah, orang yang dekat dengan Allah dia sudah meraih sumber bahagia itu. ketika orang dekat sama Allah, bahagia ketika dekat sama Allah kita akan meraih kebahagiaan. Sumber bahagia yang kedua adalah baik sangka, ibadah yang tertinggi baik sangka, dosa yang tertinggi putus asa. Sumber bahagia yang ketiga adalah bersyukur, jangan pernah marah sama Allah, syukuri nikmat makna dari syukur yaitu memfungsikan apa yang ada.

Kita masuk ke poin kedua, kenali marah, kenali penyebab marah ada empat, pertama orang marah karena syahwat, syahwat ini sifat kebinatangan sebenarnya, makanya tiap tahun kurban untuk menghilangkan sifat kebinatangan, anak lahhir supari menghilangkan sifat kebinatangannya sifat olok-olok sifat kebinatangan. 

Syahwatnya, sifat kebinatangannya, keinginannya yang naudzubullah bisa merendahkan kita, makanya hati-hati dalam berbuat, inilah gunanya kalau kita datang ke majelis, duduk di majelis kita seakan-akan diaarahkan pada kebaikan, berada dalam kebaikan, berada dalam kemuliaan, keutamaan bermajelis jalan ke surge, keutamaan bermajelis memberikan ketenangan, keutamaan bermajelis jihad menegakkan agama, keutamaan bermajelis pahala, duduk-duduk sejenak di majelis itu lebih mulia daripada shalat sunah 1000 rakaat. Berikutnya, yang kelima membuat awet ibadah kita ketika kita berada di majelis.

Penyebab marah yang kedua adalah kegelisahan kepanikan, bersegeralah atur waktu bagaimana pun sibuknya kalau diatur waktu jadi aman, yang ketiga penyebab orang marah karena syahwat dan kecemasan, tidak usah panik dan santai saja tergesa-gesa itu datangnya dari setan, kalau cepat-cepat datangnya dari Allah sehingga kita diberikan perencanaan, bulan Rajab lalu bulan Sya’ban nanti malam Nisfu Sya’ban membaca surah Yaasin, selesai membaca minta berkahnya, berikanlah aku tiga tambahan, pertama ampuni dosaku, panjangkan umurku, tambahkan rezeki ku, rezeki sudah ada tinggal diminta tambahannya, yang diminta tambahkan rezeki ku yang banyak, mudah, halal, berkah.

Nanti di malam Nisfu Sya’ban yang diminta angkat derajatku, kuatkan imanku, kalau orang naik derajat tapi imannya tidak kuat maka hati-hati bisa jadi jebakan. Penyebab orang marah, pertama Syahwat, kedua kecemasan, ketiga keinginan, keinginan pertama itu nafsu lalu mundur, keinginan kedua itu akal, lalu keinginan ketiga hati. Jadi kalau minta sesuatu mundur dulu jangan sampai itu nafsu. Penyebab orang marah karena nafsu, makanya nafsu dikendalikan bukan dimatikan, dikendalikan ditahan makanya dipuasakan.

Jadi penyebab marah ada empat, syahwat, kecemasan, keinginan, nafsu, InsyaAllah kalau ini bisa kita kendalikan amankan, tidak bakalan marah, rusak kebahagiaan dengan marah. Jangan marah bagimu surga, surga itu isinya tiga, dalam surah Al-Waqiah ayat 89 yaitu rezeki, tentram, nikmat. Yang ketiga jadi kaya, kita harus kaya jangan miskin, karena bagaimana bisa zakat kalau tidak cukup setahum haulnya, bagaimana bisa keluar zakat kalau tidak cukup nizabnya, bagaimana bisa ke tanah suci, bagaimana bisa bangun Masjid kalau kita tidak kaya. 

Kita harus kaya, kaya rezeki, kaya karunia, kaya tentram, kaya kedamaian, jangan punya musuh, jangan sempit pemikiran membenci orang, karena tidak ada hak kita untuk membenci orang karena kita belum tentu lebih baik daripada mereka. Kalau ingin kaya, miliki tiga perasaan, yaitu jangan mengeluh, jangan ceritakan kekurangan pasangan, tidak boleh membenci suami apalagi membeberkan kekurangan suami, yang kedua hati damai jangan pernah ada musuh, kedamaian itu bagus kalau damai sebenarnya kita sudah jadi kaya damai.

Jika mau perasaan senang hati damai, yaitu dengan syukuri nikmat. Kalau mau puas miliki tujuh, pertama orang yang berkasih sayang pasti akan meraih kepuasan, kedua mau puas, kendalikan emosi kalau kau marah berdiri, maka duduk, jika marah duduk maka berbaring, dan kalau saat berbaring marah maka ambil wudhu, dan misalkan masih marah maka shalat dua rakaat, jika masih marah maka mandi, dan tidur mungkin kamu kurang tidur dan mudah-mudahan setelah bangun tidur sudah baikan, makanya bersifat tanah jadi turunkan badan kita mendekati tanah kalau marah.

Selanjutnya yang ketiga saling berbagi, apa yang kita miliki berbagilah, berikutnya saling menasihati, saling mengingatkan, ketika kita saling mengingatkan itulah bentuk kepuasan. Ketika kita saling menasihati yakinlah bahwa kita ini orang baik karena tidak mau baik sendiri, contohnya mengajak ibu-ibu pergi ke majelis, minimal kita tidak menasihati tapi kita ajak orang untuk mendapatkan nasihat. Kasih sayang, kendalikan emosi, saling berbagi, saling menasihati, saling memaafkan, maafkan orang itu susah tapi orang yang memaafkan orang mulia, lalu yang keenam sadar diri, sadar kadang kala kita tidak puas karena kita tidak sadar diri, dan yang terakhir komunkasi.

Saya minta tolong kendalikan diri kita, kuasai diri kita, nasehati diri kita, ingat kita tidak ditanya kenapa Firaun tidak menyembah Allah, kita tidak ditanya kenapa dia tidak masuk Islam orang itu, tapi kita akan ditanya tentang diri kita, intropeksi diri kita, bermuhasabahlah di pergantian tahun ini, jadikan nasihat buat kita, karena penceramah yang terbaik adalah diri kita sendiri sekalipun nabi yang datang menasihati kita kalau kita tidak nasihati diri kita tidak akan bisa, maka muhasabah itu isinya intropeksi diri, ingat dosa, muhasabah isinya adalah memohon ampunan, minta arahan, bertaubat, dan muhasabah itu isinya membuat rencana kedepannya. (RST/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.