Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sinetron adalah sebuah tayangan televisi yang memiliki genre fiktif yang dimana komposisi cerita atau kisah bahkan syair lagu-lagu yang diharapkan dapat mengilustrasi sisi kehidupan masyarakat. Dewasa ini, tayangan televisi mengambil temakan azab yang mengambil sisi keagamaan khususnya agama Islam sebagaimana penyampaian azab adalah salah satu metode dakwah dalam Islam.
Namun, apakah umat Islam mengetahui bahwa penayangan azab adalah salah satu bentuk metode dakwah yang perlu diketahui oleh umat Islam serta apakah metode tandzir yang diselipkan dalam sinetron-sinetron di Indonesia ini dapat menyampaikan pesan Islami yang dapat menyentuh hati penonton nya?
Metode Tandzir dalam Dakwah
Dakwah yang menggunakan metode tandzir berupa peringatan terhadap adanya kehidupan akhirat dengan segala konsekuensi yang akan didapat sesuai dengan apa yang telah diperbuat selama berada di dunia. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala menyampaikan dalam Al-Qur’an:
إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْـَٔلُ عَنْ أَصْحَٰبِ ٱلْجَحِيمِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. (Q.S Al-Baqarah: 119)
Faktanya metode ini sering sekali hadir dalam lingkungan masyarakat misalnya ketika ada seorang anak yang tidak mau melaksanakan sholat maka orang tuanya akan berkata “Kamu kalau tidak sholat nanti masuk neraka disiksa dalam api yang panas”. Maka ketika dihadirkan dalam keadaan seperti ini sebagai umat Islam kita harus paham bahwa Allah Subhanahu Wata’ala adalah Dzat yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang hendaknya penyampai nasihat juga harus seimbang dalam menyampaikan kabar gembira dan ancaman karena dalam Islam terdapat konsep tawzun dan tasawuf atau keseimbangan dan pertengahan. Jangan sampai kita melebihkan peringatan sehingga membuat pendengar menjadi pesimis dan putus asa begitupun sebaliknya dalam menyampaikan kabar gembira janganlah berlebihan karena akan membuat pendengarnya merasa aman dari murka Allah Subhanahu Wata’ala.
Pesan Islami dalam Sinetron
Masyarakat Indonesia menyukai sinetron karena didalamnya mengandung pesan sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat, mengandung sisi nilai tradisi dan budaya masyarakat dan pesannya mengangkat berbagai persoalan yang hadir dalam masyarakat. Televisi yang menyajikan tayangan religi secara langsung memberikan pesan islami terhadap kehidupan masyarakat. Sebagaimana faktanya bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa terlepaskan dari menonton sinetron, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka mengetahui keberadaan tayangan-tayangan religi termasuk didalamnya adalah sinetron azab.
Pesan-pesan islami yang terkandung dalam sinetron azab ada kaitan erat dengan peringatan ataupun ungkapan yang mengandung unsur himbauan kepada orang yang tidak beriman atau kepada orang yang melakukan perbuatan dosa atau hanya untuk tindakan preventif agar tidak terjerumus pada perbuatan dosa dengan bentuk ancaman siksaan di hari kiamat.
Pesan islami dalam sinetron harus dikemas secara menarik ataupun seimbang dalam penyampaian nya dengan berpegang pada etika penyampaian dakwah. Dalam hal ini, metode tandzir yang diterapkan dalam beberapa sinetron di Indonesia haruslah memenuhi unsur seperti penyebutan nama Allah Subhanahu Wata’ala, menunjukkan keburukan, pengungkapan bahaya nya, penegasan akan bencana dan penyebutan akan peristiwa akhir. (ZAHRA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.