Foto: Dok. Media Istiqlal

Menggapai Makrifatullah: Membersihkan Hati dari Sifat Riya dan Syirik Khafi

Administrator 11 Jun 2026 Warta Istiqlal

Oleh: Dr. KH. Abdul Halim Sholeh, MM.

Membahas kitab Fathul Baari bi Syarah Shahih Al Bukhari, KH. Abdul Halim Sholeh dalam kajian Hawamisy di Masjid Istiqlal, menerangkan tentang perjalanan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT (makrifatullah), serta pentingnya menjaga kesucian hati dari noda-noda maksiat batin.

Menjaga Niat dari Syirik Khafi (Riya)
Dalam pemaparannya, Dr. KH. Abdul Halim Sholeh menekankan bahwa salah satu penghalang terbesar seorang hamba dalam beribadah adalah munculnya sifat riya atau mencari pujian makhluk, yang juga dikategorikan sebagai syirik khafi (syirik yang samar/tersembunyi).

Beliau menggarisbawahi bahwa ibadah yang dicampuri oleh riya tidak akan mendatangkan rida Allah SWT. Seseorang yang beramal karena ingin dilihat, dipuji, atau dihormati oleh manusia, pada hakikatnya sedang meruntuhkan nilai pahala dari amalannya sendiri. Oleh karena itu, memeriksa dan menata kembali niat secara terus-menerus menjadi kewajiban yang sangat mendasar.

Tiga Tingkatan Maksiat Hati
Lebih lanjut, beliau menjelaskan secara terperinci mengenai tingkatan-tingkatan maksiat yang dapat mengotori jiwa seorang Muslim. Menurut beliau, maksiat hati ini terbagi menjadi tiga kategori utama yang harus diwaspadai:

1. Maksiat Lahiriah yang Tampak: Perbuatan dosa yang dilakukan oleh anggota badan dan terlihat jelas secara kasat mata.

2. Maksiat Batiniah (Penyakit Hati): Sifat-sifat tercela yang bersemayam di dalam dada, seperti iri, dengki, sombong, dan riya. Penyakit inilah yang sering kali menggerogoti kebaikan tanpa disadari.

3. Maksiat yang Menghalangi Makrifat: Tingkatan maksiat batin yang paling samar, di mana hati seorang hamba masih terikat atau berpaling kepada selain Allah SWT saat ia sedang beribadah.

KH. Abdul Halim Sholeh juga mengingatkan bahwa esensi dari seluruh ibadah kita adalah untuk mencapai pengenalan yang mendalam kepada Allah (makrifatullah). Namun, makrifat ini tidak akan pernah bisa bersemayam di dalam hati yang masih kotor dan dipenuhi oleh syirik-syirik kecil.

Oleh karenanya terdapat tips yang dapat kita amalkan sehari-hari guna terjaganya kualitas keistiqamahan dan keikhlasan di dalam hati,di antaranya:

1. Perbanyak doa: Jantung hati manusia berada di antara jemari Allah SWT. Rutinkan membaca doa:

Ya Muqallibal quluub, thabbit qalbii 'ala diinik (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

2. Mulailah dengan amalan rutin yang ringan seperti shalat sunah dua rakaat secara rutin, atau bersedekah subuh setiap hari walau dengan nominal kecil.

3. Berkumpul dengan komunitas yang saling mengingatkan dalam kebaikan (seperti majelis taklim di Masjid Istiqlal) akan menjadi support system keimanan yang kokoh.

Hanya dengan hati yang bersih, suci, dan tulus ikhlas semata-mata karena Allah, seorang hamba dapat merasakan manisnya iman dan mencapai kedekatan yang hakiki dengan Sang Pencipta. Maka dari itu marilah kita senantiasa melakukan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs).

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.