Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi
Oleh: Drs. KH. Ahmad Dzulfattah Yasin, SQ., M.Ag
Membaca Al-Qur'an bukan sekadar melantunkan lembaran ayat demi meraih pahala huruf demi huruf. Lebih dari itu, Al-Qur'an adalah sarana dialog spiritual antara seorang hamba dengan Penciptanya. Agar interaksi tersebut terasa lebih bernyawa dan meresap ke dalam batin, Rasulullah ﷺ mengajarkan adab-adab khusus saat kita mendapati ayat-ayat tertentu, baik di dalam salat maupun di luar salat.
Dalam pengajian rutin bab kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi di Masjid Istiqlal, Drs. KH. Ahmad Dzulfattah Yasin, SQ., M.Ag. membedah sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ ketika melewati ayat-ayat tentang rahmat, azab, serta penyucian nama Allah SWT.
Adab dan Doa Saat Membaca Ayat Al-Qur'an
Ketika seseorang membaca Al-Qur'an—baik sebagai imam, makmum, ataupun saat salat munfarid (sendirian)—disunahkan baginya untuk merespon kandungan ayat yang dibaca:
1. Ketika Melewati Ayat Rahmat
Saat membaca ayat yang berisi kabar gembira, ampunan, atau kasih sayang Allah—seperti pada penutup QS. Al-Anfal ayat 70
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْٓ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰٓىۙ اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ
"Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik daripada apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.." (QS. Al-Anfal: 70)
Umat Islam disunahkan untuk memohon anugerah dan rahmat-Nya, misalnya dengan memanjatkan doa:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ
"Ya Tuhanku, ampunilah dan berilah rahmat, Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat." (Teks ayat QS. Al-Mu'minun: 118 yang diniatkan sebagai doa)
2. Ketika Melewati Ayat Azab dan Siksaan
Saat membaca ayat yang menggambarkan peringatan, siksa neraka, atau ancaman bagi pelaku maksiat—seperti pada QS. Az-Zumar ayat 71:
وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
"TOrang-orang yang kufur digiring ke (neraka) Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana, pintu-pintunya dibuka dan para penjaganya berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, (telah datang para rasul).” Akan tetapi, ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.." (QS. Az-Zumar: 71)
Disunahkan untuk memohon perlindungan dari siksa neraka dan keburukan dengan mengucapkan doa:
اللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْاَلُكَ الْعَافِيَةَ
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu al-'afiah (keselamatan dan perlindungan lahir-batin)."
3. Ketika Melewati Ayat Penyucian Nama Allah (Tanzih)
Saat mendapati ayat yang menegaskan keagungan dan kemahasucian Allah—seperti pada QS. Asy-Syura ayat 11:
فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagimu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri dan (menjadikan pula) dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan(-nya). Dia menjadikanmu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syūrā:11)
Disunahkan untuk memuliakan-Nya dengan membaca kalimat tasbih, seperti: “Subhanahu wa Ta'ala” atau “Tabarakallahu Rabbul 'Alamin”.
Dalil Sahih: Praktik Shalat Malam Rasulullah ﷺ
Sunnah-sunnah di atas dilandaskan pada Hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman RA:
Sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman RA menceritakan bahwa suatu malam ia salat bersama Nabi Muhammad ﷺ. Dalam rakaat pertama, Rasulullah ﷺ membaca surah Al-Baqarah, dilanjutkan dengan surah An-Nisa', lalu surah Ali 'Imran secara perlahan dan tartil.
Hudzaifah RA meriwayatkan:
"Apabila beliau melewati ayat yang mengandung tasbih, beliau bertasbih. Apabila melewati ayat yang berisi permohonan, beliau memohon (kepada Allah). Dan apabila melewati ayat perlindungan, beliau memohon perlindungan." (HR. Muslim No.772/1291)
Jawaban Khusus pada Akhir Surah-Surah Pendek
Kiai Ahmad Dzulfattah Yasin juga menjelaskan beberapa respon kalimat khusus yang disunnahkan saat membaca akhir dari beberapa surah Al-Qur'an:
1. Di akhir Surah At-Tin ayat: 8
اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ
“Bukankah Allah hakim yang paling adil?” (QS. At-Tin:8)
Jawaban:
بَلَى وَاَنَا عَلَى ذٰلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ
"Benar, dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal itu".
2. Di akhir Surah Al-Qiyamah ayat 40
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى
"Bukankah (Allah yang melakukan) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" (QS. Al-Qiyamah:40)
Jawaban:
بَلَى اَشْهَدُ
"Benar, aku bersaksi".
3. Di akhir Surah Al-A'raf ayat 185:
اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ وَّاَنْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ اَجَلُهُمْۖ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ
"Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang Allah ciptakan dan kemungkinan telah makin dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu, berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?" (QS.Al-A’raf:185)
Jawaban:
اٰمَنْتُ بِاللّٰهِ
"Aku beriman kepada Allah".
4. Pada awal Surah Al-A'la ayat 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ
"Sucikanlah nama Tuhanku Yang Mahatinggi" (QS.Al-A’la:1)
Jawaban:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْاَعْلَى
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi".
Dorongan Memahami Makna Al-Qur'an
Penerapan sunnah-sunnah ini menjadi sarana agar pembaca Al-Qur'an terdorong untuk sedikit demi sedikit mempelajari dan memahami arti dari bacaannya.
Jika seseorang membaca Al-Qur'an di dalam salat dan belum menghafal lafaz doa dalam bahasa Arab, ia cukup meresponnya secara batiniah di dalam hati agar salatnya tetap terjaga. Memahami makna ayat, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga bacaan surah lainnya, akan menjadikan salat terasa lebih khusyuk dan bernilai dialogis di hadapan Allah SWT.
Tonton kajiannya di sini. (Asma/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.