Foto: Dok. Media Istiqlal

Latih Kader Konsultan Fatwa, Syekh Amr Wardani Paparkan Kompetensi Utama Seorang Mufti

Admin 20 Dec 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Istiqlal Fatwa Center menyelenggarakan Pelatihan Kader Konsultan dan Manajemen Fatwa, dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Fatwa Untuk Memperkokoh Ketahanan Umat dan Bangsa”, di Ruang VVIP Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Pelatihan intensif ini menghadirkan pakar fatwa terkemuka yang merupakan Penasihat Senior Mufti Mesir, Syekh Amr Wardani, yang memaparkan “Fungsi dan Otoritas Fatwa dalam Masyarakat Muslim Kontemporer” dan “Etika Mufti dan Adab Istinbath dalam Tradisi Ushuliyyin”.

Dalam jabarannya, Syekh mengawali paparan bertajuk "Al-Ifta Hayat" atau Fatwa adalah Kehidupan. Bahwasanya dedikasi seorang mufti (pemberi fatwa) merupakan pengabdian spiritual yang menuntut kepekaan penuh terhadap realitas sosial.

Manajemen diri seorang mufti adalah langkah awal profesionalisme. “Al-Ifta hayat. Al-mufti la yanfakku 'anil ifta. Al-mufti al-haqq la yabta'idu 'anil ifta, fatwa adalah kehidupan. Seorang mufti tidak terpisahkan dari aktivitas berfatwa. Mufti yang sejati tidak pernah menjauh dari dunia fatwa (tidak dibatasi jam kantor),” ujar Syekh Amr Wardani.

Selain itu, Syekh Amr Wardani juga menjabarkan empat poin penting yang menjelaskan konsep manajemen fatwa secara profesional, di antaranya sebagai berikut.

1. Manajemen Fatwa Berkaitan Erat Dengan Tanggung Jawab Spiritual

Syekh Amr Wardani menekankan bahwasanya manajemen fatwa merupakan amanah yang harus senantiasa mufti jaga karena tanggung jawabnya ada di hadapan Allah.

“Al-ifta amanah... Fa-idza hamalahal insanu bi-haqqiha kana 'indallahi kariman, kana 'indallahi qariban, kana 'indallahi habiban. Fatwa adalah amanah... Jika manusia memegangnya dengan benar sesuai haknya, maka ia akan menjadi mulia di sisi Allah, dekat dengan Allah, dan dicintai oleh Allah."

Mufti juga perlu selalu terbuka mengamati fenomena sosial agar fatwa tetap relevan dengan realitas. Syekh Amr Wardani menyebutkan tiga pilar utama untuk meraih keprofesionalan mufti, yaitu pertama, bermanhaj ilmiah yang metodologinya diakui oleh para ulama terdahulu namun tetap adaptif.

Kedua, memiliki keahlian tahapan teknis dalam mengambil keputusan, di antara penggambaran masalah (tashwir), adaptasi hukum/kategorisasi (takyif), penentuan hukum fiqih (hukm), dan prosedur pengeluaran fatwa (ishdar).

Ketiga menjaga nilai etis seperti menjaga kerahasiaan peminta fatwa dan menjaga integritas moral mufti.

"Wa-li-kulli san'atin 'ilmun. Arkanus san'ah tsalatsatu asyya: manhaj ma'rifi, maharah fil ada', wa qiyam dhabithah. Dan setiap keahlian itu ada ilmunya. Rukun dari keahlian ini ada tiga hal: manhaj pengetahuan, keterampilan dalam eksekusi, dan nilai-nilai (etika) yang mengikat,” jelasnya.

2. Fatwa Adalah Seni yang Perlu Ilmu

Syekh Amr Wardani menjelaskan bahwa fatwa adalah sebuah seni/keahlian profesi yang harus dikelola sebagai sebuah keahlian yang terukur. Manajemen fatwa bukan sekadar memberikan jawaban hukum, melainkan sebuah "seni" dalam mengelola realitas masyarakat untuk mencapai tujuan syariat (Maqashid al-Shari'ah).

Seorang mufti juga perlu keahlian khusus mengenai fatwa lintas budaya dan geografi. "Memindahkan fatwa dari Mesir ke Indonesia membutuhkan keahlian khusus... Karena orang yang bertanya kepadaku, bertanya di Indonesia. Maka aku harus memastikan bahwa realitas di Indonesia serupa dengan realitas (kasus) yang aku beri fatwa di Mesir,” terang Syekh Amr Wardani.

Sikap Mufti Menghadapi Tantangan Teknologi (Gen-Z & AI)

Syekh Amr Wardani juga berpesan agar manajemen fatwa modern perlu mengakomodasi perubahan cara berpikir masyarakat. Misalnya, saat ini masyarakat modern khususnya Gen-Z cenderung menginginkan informasi yang cepat dan praktis. Oleh karena itu, penyampaian fatwa harus dilakukan dengan cara yang efektif, bisa diterima tanpa menghilangkan kedalaman substansinya.

Profesionalisme mufti menurut Syekh juga sedang diuji dalam menghadapi kemampuan AI seperti ChatGPT, di mana mufti harus tetap menjadi rujukan utama karena memiliki kedalaman metodologi yang tidak dimiliki mesin. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.