Oleh: Laksamana Pertama TNI (Pur) Asep Saepudin
Wakil Ketua Umum MUI Pusat Periode 2025-2030, dan
Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Ukhuwah Jakarta Barat
Khutbah Pertama
Jamaah Sholat Jumat yang Berbahagia,
Ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT menjadi pembuka yang sangat tepat untuk senantiasa memperbarui komitmen keimanan melalui wasiat takwa yang hakiki dalam kehidupan sehari-hari.
Ketahuilah, hakikat takwa yang sebenarnya dijalankan melalui konsep “imtitsalul awamir wajtinabun nawahi”, yakni sebuah upaya sadar dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan segala perintah Allah SWT, sekaligus menjauhi segala larangan-Nya tanpa terkecuali.
Dengan memegang teguh prinsip tersebut, setiap langkah dan perilaku kita akan senantiasa selaras dengan petunjuk Alquran yang mulia. Konsistensi dalam menjalankan ketaatan ini insya Allah akan mengantarkan kita pada golongan hamba-hamba yang bertakwa, yang tidak hanya selamat di akhirat kelak, tetapi juga merasakan ketenteraman hidup yang sejati di dunia. Dan melalui wasiat takwa ini, mari kita jadikan Alquran sebagai pedoman utama dalam membimbing diri untuk terus berada di jalan yang diridhai-Nya.
Jamaah Sholat Jumat yang Berbahagia,
Judul khutbah jum’at hari ini adalah “Infak dan Sedekah Bahasa Cinta Seorang Mukmin. Bahasa cinta (love language) adalah cara seseorang mengekspresikan, menunjukkan, serta memahami rasa kasih sayang kepada orang lain. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman pada tahun 1992 lewat bukunya berjudul The Five Love Languages.
5 Jenis Bahasa Cinta
Menurut Dr. Gary Chapman, terdapat lima kategori utama bahasa cinta yang dimiliki oleh setiap individu:
a. Words of Affirmation (Kata-kata Afirmasi): Menyampaikan atau menerima cinta melalui kata-kata, seperti pujian, ucapan terima kasih, dukungan verbal, atau pesan tertulis yang penuh apresiasi.
b. Quality Time (Waktu Berkualitas): Menghadirkan perhatian penuh tanpa gangguan saat bersama, seperti mengobrol mendalam (deep talk), kencan berdua, atau melakukan hobi bersama.
c. Receiving Gifts (Menerima Hadiah): Merasa dihargai dan dicintai melalui pemberian benda, di mana makna utamanya terletak pada perhatian, usaha, serta ingatan di balik hadiah tersebut, bukan pada harganya.
d. Acts of Service (Tindakan Pelayanan): Menunjukkan rasa sayang melalui bantuan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu membereskan rumah, membawakan kopi, atau memperbaiki sesuatu.
e. Physical Touch (Sentuhan Fisik): Merasa aman dan dicintai melalui kontak fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, merangkul, atau belaian.
Bila pendpat Dr. Gary Chapman dikaitkan dengan judul khutbah ini, maka yang paling relevan adalah Receiving Gifts yaitu Merasa dihargai dan dicintai melalui pemberian benda, di mana makna utamanya terletak pada perhatian, usaha, serta ingatan di balik hadiah tersebut, bukan pada harganya. & Acts of Service yaitu Menunjukkan rasa sayang melalui bantuan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu membereskan rumah, membawakan kopi, atau memperbaiki sesuatu.
Cinta dalam Islam tidak hanya diungkapkan dengan kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Diantaranya diwujudkan dalam bentuk infaq dan Sedekah memberi sebagian rezeki kepada yang membutuhkan. Infaq dan Sedekah adalah bahasa cinta yang universal, melampaui status, suku, dan golongan. Ia menjadi jembatan hati antara yang mampu dan yang lemah, antara yang berlebihan dan yang kekurangan. Di balik setiap tangan yang memberi, tersimpan kasih yang tulus.
Infaq dan Sedekah bukan sekadar menyalurkan harta, melainkan menyalurkan kasih sayang yang Allah tanamkan dalam hati manusia. Ketika seseorang berinfaq, ia sedang berkata dengan perbuatannya: “Aku peduli padamu.” Itulah bentuk cinta sejati yang tak membutuhkan balasan, selain ridha dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, infaq dan Sedekah sering hadir dalam bentuk yang sederhana menyantuni anak yatim, membantu tetangga yang kesulitan, atau bahkan memberi makan hewan yang kelaparan. Setiap tindakan kecil itu, jika dilakukan dengan cinta, menjadi bagian dari ibadah yang besar. Karena Allah menilai dari niat, bukan dari besar kecilnya pemberian.
Cinta yang terwujud dalam infaq dan sedekah juga menjadi penghapus jarak sosial. Ia menyatukan hati manusia dalam kepedulian dan empati. Seorang kaya yang memberi bukan berarti lebih tinggi dari yang menerima, justru keduanya sama-sama mendapat rahmat: yang memberi mendapat pahala, dan yang menerima mendapat pertolongan Allah.
Infaq dan Sedekah menumbuhkan ikatan batin di tengah masyarakat. Saat seseorang menyalurkan infaq dan Sedekahnya, bukan hanya rezeki yang berpindah, tetapi juga doa dan kasih yang saling bertukar. Ada kedamaian yang mengalir di antara mereka, sebuah rasa bahwa kita tidak hidup sendiri bahwa setiap jiwa saling terhubung dalam cinta karena Allah.
Begitu juga dalam konteks umat, infaq dan Sedekah menjadi sumber kekuatan sosial. Melalui infaqdan Sedekah umat Islam mampu membangun sekolah, rumah sakit, hingga tempat ibadah yang menebar manfaat luas. Semua itu berawal dari satu niat suci: berbagi karena cinta kepada sesama dan kepada Allah SWT.
Namun, cinta yang sejati dalam infaq dan sedekah tidak lahir dari harta berlimpah, melainkan dari hati yang ikhlas. Banyak yang memiliki banyak, tapi enggan memberi. Sebaliknya, ada yang sedikit, namun rela berbagi tanpa ragu. Di sanalah keindahan sejati infaq ketika memberi bukan karena mampu, tapi karena cinta yang mendorong untuk peduli yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT.
Ketika seseorang berinfaq dan bersedakah dengan cinta, ia tidak merasa kehilangan. Sebab yang ia berikan sebenarnya akan kembali kepadanya dalam bentuk lain: ketenangan, rezeki yang berkah, atau bahkan doa dari mereka yang ia bantu.
Cinta yang dibungkus dengan keikhlasan selalu berbalas, karena Allah tidak pernah menutup pintu kebaikan. Dunia yang penuh kesibukan sering membuat manusia lupa untuk mencintai sesama. Di tengah hiruk-pikuk itu, infaq dan sedekah hadir sebagai bahasa cinta yang lembut namun kuat. Ia mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, melihat sekitar, dan merasakan bahwa kebahagiaan sejati lahir saat kita bisa membuat orang lain tersenyum.
Akhirnya, infaq dan sedekah bukan sekadar amal, tetapi ekspresi cinta yang menyejukkan bumi. Dalam setiap infaq dan sedekah yang dilakukan dengan hati, tersimpan pesan indah bahwa cinta sejati adalah ketika kita memberi tanpa berharap kembali. Sebab cinta yang suci selalu berawal dari keikhlasan, dan infaq dan sedekah adalah salah satu cara terindah untuk mengucapkannya tanpa kata.
Al-Qur'an dan Hadits mengenai infaq dan sedekah menjelaskan perintah berinfak, janji balasan dari Allah SWT, serta keutamaannya.
وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
"Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik". (QS. Saba' Ayat 39)
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah Ayat 261)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat". (QS. Al-Baqarah Ayat 254)
Keutamaan Sedekah Tidak Mengurangi Harta
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِّنْ مَالٍ
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Doa Malaikat di Waktu Pagi
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ اِلاَّ مَلَكَانَ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْاَخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
"Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berkata: 'Ya Allah, berikanlah pengganti bagi orang yang menginfakkan hartanya.' Yang lain berkata: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan (kerugian) bagi orang yang menahan hartanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sedekah Menghapus Dosa
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِّئُ الْخَطِّيَّةَ كَمَا يُطْفِّئُ الْمَاءُ النَّارَ
“...dan sedekah itu dapat menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api” (HR.Tirmidzi)
Jamaah Sholat Jumat yang Berbahagia,
Akhirnya, marilah kita jadikan Infak dan Sedekah sebagai Bahasa cinta seorang mukmin sebagai bukti kita mencintai Allah SWT. Dan mencintai sesame manusia
Muh. Asdar
Ahmad Hidayat
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.