Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ.
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai perintah Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).
Jamaah sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Segala puji bagi Allah Yang Maha Dekat, Maha Menyaksikan, dan Maha Mengetahui seluruh keadaan kita. Allah mengetahui yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.
Allah Menakdirkan kita hidup pada zaman sekarang. Berbagai pengaruh masuk melalui ponsel: ilmu yang bermanfaat, tetapi juga kebohongan, pornografi, judi, dan ajakan bermaksiat.
Tanpa iman yang kuat, kita mudah tergelincir.
Di antara penyebab utama manusia tergelincir ada dua: lemah pemahaman agama dan lemah mengendalikan hawa nafsu.
Pertama, kurang bersungguh-sungguh belajar agama. Akibatnya, kita kurang mengenal Allah, Rasulullah, dan petunjuk Al-Quran. Kita tidak memahami mana yang Allah Sukai dan mana yang Allah Murkai. Bagaimana hati akan bergantung kepada Allah jika kita tidak mengenal-Nya?
Kedua, kalah oleh hawa nafsu. Ilmu mungkin banyak, pendidikan tinggi, jabatan terhormat, tetapi kemarahan, syahwat, dan keserakahan tidak dikendalikan. Allah berfirman:
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
“Sesungguhnya nafsu selalu mendorong kepada keburukan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (Petikan QS. Yusuf [12]: 53).
Jangan hanya sibuk melihat kesalahan orang lain. Kenali nafsu sendiri. Apa yang membuat kita malas beribadah, mudah marah, dan sulit menerima nasihat? Mintalah pertolongan Allah untuk memperbaikinya.
Jamaah yang dirahmati Allah, pegangan menghadapi fitnah zaman agar hidup senantiasa dijaga, dilindungi dan dibahagiakan Allah, hidup yg baik hayatan thoyyibah adalah iman dan amal saleh. Allah berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (Petikan QS. An-Nahl [16]: 97).
Pintu untuk menguatkan iman dan membenarkan amal adalah ilmu.
Kunci Pertama, Wajib belajar agama kita,
Tanpa ilmu pasti iman lemah dan amal pun buruk, hidup tak akan pernah tenang, akhlak akan sulit mulia.
Mari terus belajar agama dan ajak keluarga.
Kenali Allah Tuhan kita dengan baik.
Jangan sampai anak mengenal banyak tokoh di layar, tetapi tidak mengenal Rasulullah.
Latih tauhid dalam keseharian. Sebelum bertindak, tanyakan: “Apakah Allah menyukai ini?” Ketika takut, ingat bahwa Allah tempat berlindung. Ketika membutuhkan sesuatu, berikhtiarlah dengan benar dan mohonlah kepada-Nya.
Kunci Kedua, Tegakkan shalat. Jaga waktunya, pahami bacaannya, dan bagi lelaki, bersungguh-sungguhlah berjamaah di masjid. Kita sanggup berjalan jauh untuk olahraga; jangan sampai berat melangkah ke masjid.
Jadilah teladan. Jangan hanya menyuruh anak shalat, sementara kita melalaikannya. Tambahkan shalat rawatib dan tahajud sesuai kemampuan. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika bersujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim no. 482).
Perbanyak sujud dan mohon agar Allah menjaga iman keluarga.
Nasihat kita terbatas; hidayah milik Allah.
Ketiga, Biasakan bersedekah dan menolong. Jangan menunggu kaya. Didik keluarga agar senang berbagi. Sedekah melatih kita mengalahkan keserakahan. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis dari Mu’adz bin Jabal :
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
“Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (Petikan HR. At-Tirmidzi no. 2616).
Sedekah bisa menolak bala. Sedekah bisa menjadi jalan berubahnya takdir . Bersedekahlah dengan ikhlas, sambil memohon perlindungan Allah.
Perlindungan-Nya tidak berarti kita tidak akan diuji, tetapi kita berharap dibimbing untuk selamat menjalani ujian.
Keempat, Dekatkan keluarga dengan Al-Quran. Bacalah, pelajari artinya, dan amalkan petunjuknya. Jangan sampai rumah ramai oleh tontonan, tetapi jarang terdengar bacaan Al-Quran.
Al-Quran adalah mukjizat yang hadir mendampingi kehidupan kita.
Kelima, Jaga pergaulan dan penggunaan ponsel. Rasulullah mengumpamakan teman baik seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman buruk seperti peniup alat pandai besi. (HR. Al-Bukhari no. 5534).
Kenali teman anak, dampingi tontonannya, dan buat aturan yang juga ditaati orang tua. Dengarkan anak dengan kasih sayang agar ia berani bercerita.
Keenam, Jangan diperbudak dunia. Dunia hanya mampir dan kesenangan yg menipu.
Dunia akan berakhir. Yang menjadi bekal adalah iman dan amal saleh. Carilah rezeki halal; jangan mengorbankan agama demi keuntungan. Allah berfirman:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Barang siapa bertawakal kepada Allah, Dia akan mencukupinya.” (Petikan QS. At-Talaq [65]: 2–3).
Mari sungguh-sungguh menjadi ahli takwa. Perbaiki diri, bantu keluarga, dan jangan lelah berdoa. Zaman boleh penuh ujian, tetapi dengan pertolongan Allah kita dapat menjaga iman dan terus beramal saleh.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.