Foto: Dok. Media Istiqlal

Khutbah Jumat Istiqlal: Santri Penjaga Jiwa dan Raga NKRI

Nurul Fajriyah 23 Oct 2026

Oleh: Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.A.
Wakil Ketua Umum MUI Pusat Periode 2025-2030, dan 

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Ukhuwah Jakarta Barat

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْعِلْمِ وَجَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ خَيْرِ الْأَنَامِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْعُلَمَاءِ وَالْعُبَّادِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. وقال تعالى، يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

أيها المسلمون رحمكم الله

في هذا الشهر، في الثاني والعشرين من أكتوبر، تحتفل إندونيسيا بـ يَوْمِ السَّانْتْرِي الْوَطَنِيِّ. وما هو السانتري؟

السانتري في تعريف الشيخ هاشم أشعري مؤسس نهضة العلماء في كتابه آداب العالم والمتعلم ص ٤٥:

السانتري هو من حفظ دينه وحفظ أستاذه وحفظ وطنه 

السانتري هو المؤمن والعالم.

وقال الإمام الغزالي في إحياء علوم الدين، الجزء الأول ص ١٧:

العلماء ورثة الأنبياء،،،والسانتري هو وارث العلماء.

أيها الإخوة،،،،،،،،،

لماذا اختير يوم ٢٢ أكتوبر يوما للسانتري؟

ليس لأنه يوم تأسيس المعهد، بل لأنه يوم قرار الجهاد - RESOLUSI JIHAD.

في سنة ١٩٤٥م، جاءت قوات الحلفاء الإنجليزية (NICA) لتستعمر إندونيسيا مرة ثانية. فذهب الرئيس سوكارنو إلى الشيخ هاشم أشعري في جومبانج.

فأصدر الشيخ هاشم فتوى في ٢٢ أكتوبر ١٩٤٥م نصها:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيمَانِ، وَالدِّفَاعُ عَنِ الْوَطَنِ فَرْضُ عَيْنٍ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي مَسَافَةِ ٩٤ كِيلُومِتْرًا

بهذه الفتوى، خرج آلاف السانتري من المعاهد: ليربويو، وتبويرنج، ودنان يار، حاملين سلاح البامبو رونتشنج وغيرها

ومن هذه الفتوى انفجرت معركة ١٠ نوفمبر في سورابايا. 

───

Hadirin Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Tanggal 22 Oktober kita peringati sebagai HARI SANTRI NASIONAL. Bukan hari libur biasa. Hari ini adalah hari untuk mengingat siapa penjaga Ilmu, Ulama, dan  negeri ini yang sebenarnya.

Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini adalah definisi Santri. Santri adalah orang yang beriman dan berilmu. Tidak hanya berilmu agama, tapi juga beriman untuk menjaga bangsa. Jika Bangsa ini memerlukan, technologi, maka fardhu kifayah mempelajari Technologi..........jika memerlukan cukupnya makanan maka butuh ilmu tentang faritas baru untuk memenuhinya.......

Siapa Santri Itu?

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Juz 1 Hal. 17: mengutip 

العلماء ورثة الأنبياء Ulama adalah pewaris para

 Nabi Dan santri adalah calon pewari.

Menurut KH. Hasyim Asy'ari, Muassis Nahdlatul Ulama dalam kitabnya Adabul Alim Wal Muta'allim:

Santri adalah orang yang menjaga tiga hal: 1) Menjaga agamanya, 2) menjaga gurunya, dan 3) menjaga bangsanya.

Menjaga Agama untuk melestarikan dan melanjutkan dakwahnya, Menjaga Guru, Ulama untuk mempertahankan Kepemimpinan Agamanya, Menjaga Bangsa untuk Mengamalkan Agamanya......sebagaimana dalam Peribahasa Arab mengatakan:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيمَانِ

Cinta tanah air adalah bagian dari iman

(Kitab Al-Maqasid Al-Hasanah - Imam As-Sakhawi No. 386) - Walaupun bukan hadits nabi, maknanya shahih.

Jamaah Rahimakumullah,

Kenapa 22 Oktober?

Ini bukan tanggal lahir pesantren. Ini adalah tanggal RESOLUSI JIHAD.

Tahun 1945, tentara Sekutu / NICA Inggris datang mau menjajah lagi. Bung Karno punya ide untuk sowan ke Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari di Jombang.

Tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa yang ditulis dalam Kitab Turats Fiqih Jihad:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيمَانِ ، وَالدِّفَاعُ عَنِ الْوَطَنِ فَرْضُ عَيْنٍ

Membela tanah air dari penjajah hukumnya FARDHU 'AIN bagi setiap muslim yang jaraknya 94 km dari medan perang

Fatwa ini dicetak, disebar ke seluruh pesantren. Ribuan santri dan kiai berangkat dari pesantren membawa bambu runcing, dan senjata seadanya.

Dari fatwa inilah meletus Perang 10 November di Surabaya. Arek-arek Suroboyo melawan tank Inggris hanya dengan bambu runcing. Kenapa berani? Karena ada fatwa Resolusi Jihad.

Tanpa santri, tidak ada 10 November. Tanpa 10 November,  kemerdekaan masih terus bergejolak.

Sejarah mencatat, dalam Kitab Tarikh Nahdlatul Ulama - KH. Saifuddin Zuhri Hal. 78:

Saat itu 5.000 santri dari Tebuireng, Denanyar, Lirboyo berangkat ke Surabaya. Mereka tidak takut mati karena diajarkan: إِذَا مَاتَ الْمَرْءُ فِي سَبِيلِ وَطَنِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Apa Jihad Santri Hari Ini?

Dulu jihad santri adalah angkat senjata. Hari ini jihad santri adalah:

1. Jihad Ilmu

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, Allah mudahkan jalan ke surga (HR. Muslim No. 2699)

Referensi Kitab:Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi, Bab Keutamaan Ilmu, No. 1381

Jihad santri hari ini adalah melawan kebodohan, melawan hoax, melawan kemalasan.

2. Jihad Akhlak

Rasulullah bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Referensi:Kitab Al-Adab Al-Mufrad - Imam Bukhari, No. 273 dan Muwatta' Imam Malik

Santri diajarkan Adab dulu baru Ilmu. Dalam kitab Ta'limul Muta'allim - Syaikh Az-Zarnuji (w. 593 H) Hal. 21:

تعلم الأدب قبل العلم

Belajar adab sebelum belajar ilmu

Hari ini banyak orang pintar tapi tidak beradab. Santri hadir untuk menjaga adab.

3. Jihad Ekonomi & Teknologi

Umar bin Khattab RA berkata:

إِنَّ السَّمَاءَ لَا تُمْطِرُ ذَهَبًا وَلَا فِضَّةً

Langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak (Kitab Al-Kharaj - Abu Yusuf Hal. 12)

Santri tidak boleh hanya bisa doa, tapi harus bisa dagang, bisa teknologi, bisa memimpin Negara, bisa bertani, seperti Nabi ﷺ yang pedagang.

Jamaah, Qawa'idul Fiqhiyyah mengajarkan kita:

المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح

Menjaga tradisi lama yang baik, dan mengambil inovasi baru yang lebih baik (Kitab Al-Asybah Wan Nadzair - Imam As-Suyuthi)

Inilah prinsip santri. Sarungnya tetap, tapi laptopnya ada. Kitab kuningnya dibaca, tapi network intrnasional nya bagus.

Peribahasa Arab Pesantren:

لَوْلَا الْعِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهَائِمِ

Jika bukan karena ilmu, manusia seperti hewan (Ihya Ulumuddin - Al-Ghazali Juz 1 Hal. 13)

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia (HR. Thabrani dalam Mu'jam Al-Ausath No. 5787, Hasan - Kitab referensi: Jami'ush Shaghir - As-Suyuthi No. 4044)

Demikian hutbah singkat ini , semoga membawa keberkahan.....


 

Editor
Muh. Asdar

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.