Foto: Dok. Media Istiqlal

Khutbah Jumat: Nilai-nilai Agama Sebagai Dasar Falsafah Negara

Admin 03 Oct 2025 Warta Istiqlal

Oleh : Prof. Dr. KH. Hamdani Anwar, MA
(Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Pasca Sarjana Universitas PTIQ Jakarta) 

(Jum’at, 03 Oktober 2025 M / 11 Rabiul Akhir 1447 H)

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah. Marilah kita panjatkan puji dan sukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang senantiasa melimpahkan karunia dan nikmat-Nya kepada kita semua. Salawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah mendapat amanah untuk menyampaikan risalah Islamiyah kepada umatnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah. Tema khutbah pada hari ini adalah “Nilai-nilai Agama sebagai Dasar Falsafah Negara”. Tema ini sangat penting bagi kita bangsa Indonesia, karena berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah republik yang tercinta. Negeri yang dianugerahi Allah kekayaan alam yang luar biasa dan keberagaman suku, bahasa, budaya serta agama. Dalam keberagaman ini, kita memiliki dasar negara yang kokoh yaitu Pancasila, yang lahir dan disarikan dari nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa.

Saudara-saudaraku kaum Muslimin rahimakumullah. Sejarah mencatat bahwa para Founding Fathers tidak men- dirikan negara ini dengan begitu saja tanpa memperhatikan agama. Justru mereka ini menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi moral dan spiritual bagi bangsa. Hal ini sesuai dengan pesan Allah dalam surah Ali ‘Imran ayat 103, yaitu:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ

Artinya: "Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai,..." (QS. Ali ‘Imran ayat 103)

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa umat manusia, terutama bangsa Indonesia, mestilah berpegang teguh pada ajaran Allah agar selalu berada pada jalan yang lurus dan tidak tercerai berai dalam ideologi yang saling bertentangan dan menyimpang. Nilai agama menjadi pengikat yang kuat bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Jamaah Jumat yang selalui dalam ridha Allah. Kalau diperhatikan dengan seksama, sesungguhnya dasar negara kita ini tersusun dari nilai-nilai agama. Atau dengan kata lain, sesungguhnya nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam sila-sila dari Pancasila yang menjadi dasar falsafah negara.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini jelas bersumber dari ajaran agama, yang diungkap dalam surah al-Ikhlas ayat 1. Pada hakikatnya semua agama mengajarkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa." [QS Al-Ikhlāṣ [112]:1]

2.Kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila ini sejalan dengan firman Allah pada surah an-Nahl ayat 90,

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat." [QS An-Naḥl [16]:90]

3. Persatuan Indonesia

Sila ini sejalan dengan ajaran Islam yang terkait anjuran bersatu dan tidak bercerai berai:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ

Artinya: "Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai,..." (QS. Ali ‘Imran ayat 103)

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Sila ini sesuai dengan anjuran untuk selalu bermusyawarah dalam menentukan suatu masalah, yang terdapat dalam Al-Qur'an surah asy- Syura ayat 38 yaitu :

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۚ

Artinya: "(juga lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, *sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.* Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka;" [QS. Asy-Syūrā [42]:38]

5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sila ini sesuai dengan anjuran Allah kepada orang beriman yang terdapat pada surah al-Ma’idah ayat 8, yaitu :

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya" Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mā'idah [5]:8)

Dengan demikian, jelaslah bahwa Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama. Bahkan sebaliknya falsafah negara ini sejalan dengan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam.

Jamaah Jumat rahimakumullah. Kita sebagai umat Islam berkewajiban menjaga hubungan antara agama dan negara. Agama memberikan nilai moral, etika dan spiritual. Sedang negara memberikan aturan, sistem dan struktur yang menjamin kehidupan masyarakat. Bila keduanya berjalan beriringan, maka akan terciptalah kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan nilai-nilai agama sebagai ruh yang menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita pupuk semangat persaudaraan, keadilan dan kepedulian sosial, agar bangsa ini selalu dalam naungan rahmat Allah subhanahu wata'ala.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.