Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Zuhur Istiqlal - Kitab Riyadussholihin: Taubat

Admin 13 Aug 2024 Warta Istiqlal

Oleh : KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Di awal kajian, nara sumber mengajak seluruh jama'ah untuk mensyukuri dua kenikmatan yang Allah subhanahu wata'ala anugerahkan dengan mengutip hadis dari Abdullah ibn 'Abbas radhiallahu anhu :

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فيحما كثيرٌ من الناس: الصحة، والفراغ

Artinya : Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai (tertipu) karenanya adalah nikmat sehat dan waktu yang luang” (HR. Bukhari) .

Kajian ini adalah lanjutan dari pembahasan pada hadis yang meriwayatkan taubatnya Ka'ab ibn Malik. Nara sumber mengajak jama'ah untuk tidak pernah merasa putus asa dari rahmat Allah. Sebesar dan sebanyak apapun kesalahan yang dilakukan seorang hamba, akan Allah ampuni jika hamba itu bertaubat.

Dalam al-Qur'an Allah subhanahu wata'ala menyeru :

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.663) Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar [39]:53)

Kalaupun ada sebagian penafsiran yang menyatakan bahwa dosa syirik adalah dosa yang tidak diampuni. Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah subhanahu wata'ala, menghapuskan seluruh dosa.

Orang-orang yang berbuat dosa di dunia ini seolah sudah menciptakan nerakanya sendiri. Hal itu berupa keadaan psikologis yang terganggu sehingga mengakibatkan, keresahan, kecemasan dan ketidaktenangan. Keadaan ini menjadikan kesulitan tidur dan terganggunya selera makan.

Sebaliknya, bila seseorang berbuat baik, berarti menciptakan surganya sendiri di dunia. Suasana hati yang baik berpengaruh pada kualitas tidur dan selera makan. Siapapun manusia di dunia ini tidak luput dari salah dan dosa. Karena memang disebutkan:


Artinya : “Manusia adalah tempatnya salah dan lupa”.

Hal ini menjadi isyarat bahwa tidak boleh ada yang berputus asa dan berkecil hati untuk meminta ampun dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala.

Terdapat riwayat yang menyebutkan diampuninya dosa orang yang membunuh seratus orang, karena sungguh-sungguh bertaubat. Begitu juga seorang perempuan pelacur yang juga diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan.

Maka dosa-dosa seperti ingkar janji, sering lalai dalam shalat, tentu juga akan mudah diampuni oleh Allah bila pelakunya bertaubat.

Kalaupun setelah bertaubat kemudian terjatuh pada perbuatan salah dan dosa lagi, maka jangan putus asa untuk terus mohon ampun dan bertaubat kembali dan mengimbanginya dengan terus berbuat baik. Dalam al-Qur'an disebutkan:

... اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ...

Artinya : “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk ...” (QS. Huud: 114)

Sebagaimana dalam hadis:

عن أبي ذرجندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن نمعاذ بن جبل ر ضي الله عنحما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقَ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن. وفي بعض النسخ: حسن صحيح.

Artinya : Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhua, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Bertakwalah kepada Allah subhanahu wata'ala di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik” (HR. at-Tirmidzi).

Pelaku dosa-dosa kecil akan mendapatkan ampunan karena kasih sayang Allah berupa ghufran. Meskipun dosa-dosa kecil akan mendapatkan ghufran, namun terus-menerus melakukan dosa kecil juga sangat berbahaya. Jika tidak ditaubati juga tidak akan diampuni.

Dosa-dosa besar harus diakui dengan jujur dihadapkan Allah dengan pertaubatan. Penerimaan taubat ini akan menutupi dosa-dosa, bukan ghufran yang berarti dihapusnya dosa namun berupa kufr, dicover atau ditutupnya dosa. Hal ini terindikasi dalam ayat:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-taḥrīm [66]:8)

Imam Nawawiy menyebutkan bahwa syarat diterimanya taubat yang berhubungan dengan Allah subhanahu wata'ala ada tiga :

1. Menghentikan perbuatan dosa yang dilakukan. 
2. Menyesali perbuatan dosa itu dengan sungguh-sungguh. 
3. Bertekat untuk tidak akan pernah mengulanginya kembali.

Namun bila perbuatan dosa itu terkait dengan mu'amalah dengan manusia, ditambah dua hal, yaitu:

1. Mengembalikan hak-hak materi yang diambil dari orang lain. 
2. Meminta maaf dan memperbaiki nama baik orang yang dirusak kehormatannya.

Bila memiliki kesalahan yang merugikan hak seseorang, maka harus sungguh-sungguh mengembalikannya sampai bertemu. Bila sudah meninggal dunia, maka ditunaikan kepada keluarga atau ahli warisnya. Bila tidak ditemukan maka ditunaikan kepada lembaga keislaman dengan niat menunaikan kepada yang dizhalimi. (BUT)
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.