Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Jumat Masjid Istiqlal: Berkunjung Karena Allah SWT dan Menjenguk Orang Sakit

Admin 19 Dec 2024 Warta Istiqlal

Oleh : Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A. 
(Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Direktur 
Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal Jakarta)


Jakarta, www.istiqlal.or.id - Melanjutkan bahasan yang lalu dijelaskan selanjutnya yaitu terkait saling kunjung-mengunjungi atas dasar keikhlasan (tanpa pamrih) dan kecintaan kepada orang lain merupakan hal yang sangat terpuji. Mereka yang melakukan hal sangat dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya. Saling kunjung mengunjungi itu adalah pertanda cinta di antara mereka. Jika mereka slaing mencintai karena Allah, maka Allah mencintai mereka semuanya. Alangkah bahagianya orang-orang yang suka berziarah kepada orang lain karena keikhlasan dan ketulusannya.

Dalam kaitan dengan itu Allah berfirman di dalam hadis Qudsi Abu Idris al-’Abdy ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَا بِّينَ فِيَّ وَحَقَّتْ لِلْمُتَبَا ذِلِينَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَصَادِقِينَ فِيَّ وَا لْمُتَوَاصِلِينَ أَوْالْمُتَزَاوِرِينَ
Artinya : “ Orang-orang yang saling mencintai karena Aku berhak memperoleh cinta-Ku. Orang-orang yang saling memberik karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku. Orang-orang yang saling bersedekah karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku, dan orang-orang yang saling mengunjungi dan menyambung silaturrahim karena aku, berhak mendapat cinta-Ku” (HR. Ahmad)

Abu Hurairah meriwayatkan: 
عَنْ أَ بِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَ نَّ رَجُلًا زَار أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُ خْرَى فَأَ رْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَ تَى عَلَيْهِ قَا لَ أَ يْنَ تُرِ يدُ قَا لَ أُ رِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ القَرْيَةِ قَا لَ هَلْ لكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُ بُّهَا قَا لَ لَا غَيْرَ أَ نِّي أَحْبَبْتَهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِ نِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَ نَّ اللّهَ قَدْ أَ حَبَّكَ كَمَا أَ حْبَبْتَهُ فِيهِ
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya ada seseorang yang ingin mengunjungi saudaranya di seda lain. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk mengawasinya di jalan yang akan dilaluinya. Tatkala orang tersebut hendak mendatanginya, malaikat berkata kepadanya: “Kamu ingin ke mana? Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini. Malaikat lalu berkata: “Apakah kamu ingin mendatanginya karena ada keuntungan yang kamu dapat darinya? Ia menjawab: Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena mencintainya karena Allah. Malaikat berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah yang diutus kepadamu. Sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu itu (HR. Muslim).

Sementara berkunjung atas dasar menjenguk orang sakit berarti turut merasakan sakit. Mendatangi dan menjenguk orang sakit adalah perwujudan rasa kepedulian terhadap orang lain dan turut serta ikut merasakan apa yang dirasakan oleh si sakit itu. Membesuk orang sakit adalah sebuah kewajiban yang diperintahkan agama. Melakukan hal itu adalah perbuatan terpuji.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis riwayat Muslim yang menyatakan: “Barang siapa yang membesuk orang sakit, ia senantiasa berada dalam suasa yang menyenangkan di dalam surga dengan berbagai macam buah-buahan yang telah dipetik.” (RST/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.