Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Istiqlal: Disiplin Kunci Kesuksesan Dunia Akhirat

Admin 25 Aug 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiplin adalah bentuk ketaatan dan ketundukan pada aturan yang ada dan sudah ditetapkan. Disiplin juga berarti memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memiliki program terencana, konsisten, dan memiliki tujuan yang jelas.

Disiplin juga sering diartikan sebagai ketaatan dan ketundukan terhadap aturan, serta kemampuan untuk memanfaatkan waktu secara terencana dan konsisten. Dalam Islam, konsep disiplin ini sangat kental diajarkan, salah satunya salat lima waktu.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surah An-Nisa ayat 103:
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Artinya: ” Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

Ayat ini mengajarkan kita untuk disiplin dalam waktu-waktu salat. Salat subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya memiliki rentang waktun yang telah ditetapkan. Dalam islam kita diajarkan untuk tepat waktu, Ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu adalah wujud nyata dari kedisiplinan seorang Muslim.

Bahkan Rasulullah saw. Ketika ditanya, ”Amalah apa yang paling diintai oleh Allah?” Beliau menjawab ”As-salatu li waqtiha,” yang artinya ”Salat pada waktunya.” Ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu adalah wujud kedisiplinan yang sangat dicintai Allah.


Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Asr ayat 1-3:
وَالْعَصْرِۙاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙاِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: ” Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

Dari surah ini kita dapat menyimpulkan empat pilar utama yang menjadi kunci kesuksesan dan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat. Keempat hal ini merupakan bentuk-bentuk kedisiplinan sejati seorang Muslim.
1. Iman 
Kunci sukses yang pertama adalah tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak aada jaminan keselamatan dunia akhirat tanpa adanya iman. Sebuah kisah dari Sayyidatuna Aisyah menceritakan seorang dermawan di masa Jahiliyah bernama Abdullah bin Jud’an yang sangat baik, tapi tidak beriman, amalnya tidak bermanfaat di akhirat. Iman adalah fondasi dari segala kebaikan. 
2. Amal Saleh
Beramal saleh menjadi kunci sukses dunia akhirat. Beramal saleh berarti menahan hawa nafsu untuk taat pada aturan syariat. Amal saleh memiliki tingkatan dan yang paling utama adalah yang wajib seperti (salat, puasa, dan zakat).
3. Saling Menasihati dalam Kebenaran 
Orang yang disiplin selalu berpegang teguh pada jadwal dan tujuannya. Dalam Islam, kita harus selalu berada di jalan kebenaran dan saling mengingatkan di dalamnya. Sebagai umat Muslim, kita adalah satu kesatuan yang harus saling peduli dan mendukung dalam kebenaran.
4. Saling Menasihati dalam Kesabaran
Tanpa kesabaran, seseorang tidak akan mampu konsisten dalam kebaikan. Kesabaran dibutuhkan saat menjalankan kewajiban, menjahui larangan, dan menghadapi ujian. Allah menjanjikan pahala yang tak terhingga bagi orang-orang yang sabar.

Allah bersumpah dengan waktu dalam banyak ayat-Nya, seperti menandakan betapa pentingnya ia. Rasulullah saw. juga mengingatkan kita tentang dua kenikmatan yang sering dilalaikan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Betapa banyak orang yang menyia-nyiakan waktunya di masa muda dan kesehatan mereka untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, mereka baru menyadari pentingnya waktu ketika sudah tua dan kesehatan mulai berkurang.

Waktu akan terus berjalan dan tidak bisa diulang kembali. Jadikan hari kemarin sebagai pelajaran, hari ini sebagai kenyataan, dan hari esok sebagai harapan. Dengan mendisiplinkan diri dalam mengelola waktu, kita akan terhindar dari kerugian dan menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung. (NAYA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

https://www.youtube.com/live/pa692zZPFak?si=XAUr0xVglSld9Hsj 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.