Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Hawamisy Istiqlal: Rahmat Allah bagi Hamba Berdosa & Empat Jalan Meraih Surga

Admin 04 Dec 2025 Warta Istiqlal

Oleh: H. Moch. Taufiqurrahman, M.A

Dalam kajian Hawamisy di masjid Istiqlal membahas memahami nilai-nilai luhur dalam kitab Nashāihul ‘Ibād karya Syekh Nawawi al-Bantani.  H. Moch. Taufiqurrahman, M.A membahas maqalah ke-27 dan ke-28, yang berisi nasihat mengenai rahmat Allah kepada hamba yang berdosa serta empat amalan yang dapat menghantarkan seorang mukmin menuju surga.

Mengawali kajiannya H. Taufiqurrahman mengutip nasihat Syekh Nawawi sebagai pengingat bagi setiap hamba agar memahami betapa halus dan luasnya rahmat Allah.

Dalam nasihatnya, tabi‘in Sa‘id bin Hilal berkata bahwa “sesungguhnya seorang hamba, ketika ia tergelincir dalam dosa, maka ia menjadi hamba yang bergelimang kesalahan. Padahal Allah-lah yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepadanya, namun nikmat itu justru ia gunakan untuk bermaksiat.”

Kendati demikian, orang tersebut tetap mendapatkan 4 hal walaupun disebut sebagai seorang pendosa. 

1. Rezeki Tidak Terhalang oleh Dosa

Sebanyak apapun dosa yang dilakukan oleh umat manusia terlebih oleh umat akhir zaman, baik itu yang melakukan dosa kecil maupun yang besar, Allah SWT tetap berikan rezeki. 

Namun nanti pada akhirnya rezeki itu apakah pada akhirnya akan menjadi sebuah nikmat yang akan mendorong dan terus menyertai dia untuk dekat dengan Allah SWT ataukah itu akan menjadi istidraj— yaitu kenikmatan yang tentunya hanya akan menjauhkan diri dari Allah SWT. 

2. Kesehatan Tetap Diberikan

Walau dalam keadaan bermaksiat, seorang hamba tidak langsung dicabut kesehatannya. Bahkan terkadang ia tampak lebih sehat dibandingkan orang saleh. Namun kesehatan ini merupakan amanah yang harus diisi dengan amal baik.

3. Aib Ditutup Allah SWT

Allah menutup dosa-dosa hamba-Nya, selama ia tidak bangga dengan maksiat tersebut. Dalam bacaan antara dua sujud, seorang muslim memohon:
“Wajburnī” — Ya Allah, tutupilah aib-aibku.

4. Tidak Disiksa Secara Langsung

Berbeda dengan umat-umat terdahulu yang langsung diazab ketika berbuat salah, umat Nabi Muhammad SAW diberi tempo dan kesempatan untuk bertaubat. Ini adalah bentuk rahmat Allah yang sangat besar.

Bertobat kepada Allah SWT dan juga meminta ampun kepada-Nya terhadap dosa-dosa yang kita lakukan maka disitulah hikmahnya. Kalau misalkan ditimpa azab langsung ketika kita berdoa, maka tentunya akan menjadi sebuah yang mengerikan. 

Ketika melakukan dosa, segera bertobat, Allah SWT berikan waktu untuk mengakui kesalahan. “Bersyukurlah kita sebagai umat Rasulullah SAW, ujar H. Taufiqurrahman.” 
Nabi Adam Alaihi Salam pernah menyampaikan bahwa Allah SWT memberikan empat kemuliaan kepada umat Nabi Muhammad  SAW. 
1. Tobat diterima di mana saja, tidak harus di Makkah 
2. Aib tetap ditutupi, meski melakukan dosa dalam keadaan hina. 
3. Tidak dipisahkan dari pasangan setelah maksiat.
4. Dapat masuk surga bila bertaubat, meski sebelumnya berdosa.

Empat Jalan Menuju Surga
Pada maqalah berikutnya, Hatim al-Aṣam menyebutkan empat hal yang harus ditinggalkan dan empat hal yang harus diutamakan agar seseorang dapat meraih surga.

1. Mengurangi Tidur & Mengingat Tidur Panjang di Alam Barzakh
Mukmin sejati menyadari bahwa setelah kematian akan ada tidur panjang di barzakh. Karena itu, ia mengurangi tidur di dunia dan memperbanyak ibadah malam.

2. Tidak Mencari Pengagungan Manusia, tetapi Mengingat Timbangan Amal
Beliau mengingatkan agar tidak terjebak dalam rasa bangga dengan amal ibadah. Nilai amal di sisi manusia tidak penting; yang terpenting adalah apa yang tertimbang di hadapan Allah pada hari kiamat.

3. Mengurangi Kesenangan Badaniah & Mengingat Shirath
Setiap manusia akan melewati jembatan shirath. Amal saleh mempercepat langkah, sedangkan kemaksiatan memperberat perjalanan. Karena itu, memperbanyak amal adalah bekal perjalanan panjang tersebut.

4. Menahan Syahwat & Menguatkan Diri dalam Ibadah
Surga dipagari oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syams [91]: 8–9:

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. (Asy-Syams [91]: 8)

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). (Asy-Syams [91]: 9)

Kajian ini ditutup dengan untuk terus memperbaiki diri, memanfaatkan nikmat yang telah Allah SWT berikan.
(VISCHA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.