Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Hawamisy: Keutamaan Adzan

Admin 07 Nov 2024 Warta Istiqlal

Oleh: Drs. KH. A. Dzulfatah Yasin, M.Ag

Jakarta, www.istiqlal.or.id – Keutamaan panggilan shalat dan shaf awal di dalam shalat itu mempunyai keutamaan yang luar biasa. Dalam hal ini Rasulullah SAW menggambarkan betapa besarnya kekuatan panggilan adzan, bagi orang yang mempersiapkan diri dalam melaksanakan ibadah shalat sejak dikumandangkannya adzan dalam shalat lima waktu, dan dia berada di shaf awal ketika melaksanakan shalat berjama’ah, maka dia akan memperoleh anugerah Rahmat dari Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah SAW bersabda apabila dikumandangkan adzan untuk shalat maka syaitan akan lari terbirit – birit sambil mengeluarkan suara angin dari duburnya dengan sengaja dikarenakan syaitan tidak menyukai suara adzan jadi dia menyingkir. 

Hadits selanjutnya dari Abu said al – Khudri mengenai perkataan Rasulullah SAW yang berbunyi “Tidaklah mendengar suara orang yang mengumandangkan adzan baik dari bangsa jin dan manusia yang mendengar adzan itu melainkan dia akan menjadi saksi di hari kiamat.”

Ini menggambarkan keutaman luar biasa dari adzan. Orang yang mengumandangkan adzan (muadzin) digambarkan adalah orang yang paling panjang lehernya nanti di yaumul qiyamah (hari kiamat). Perkataan ini memperoleh perbedaan pendapat antar ulama. 

Pendapat pertama digambarkan dari maksud perkataan ini adalah manusia yang paling banyak mengharap Rahmat dari Allah subhanahu wata’ala. Ini menggambarkan bahwa Ketika seseorang memanggil orang untuk adzan atau untuk melaksanakan shalat maka dia akan mendapatkan banyak pahala dari Allah subhanahu wata’ala karena dia telah mengingatkan orang lain dalam hal kebaikan. 

Pendapat lain dari makna perkataan ini adalah seorang ketua atau seorang yang dihormati serta banyak pengikutnya.

Selanjutnya, ada empat pendapat mengenai siapa yang paling utama antara muadzin dan imam. Pendapat pertama lebih utama seorang muadzin karena muadzin yang memanggil seseorang untuk melaksanakan shalat, pendapat kedua mengatakan lebih utama seorang imam, pendapat ketiga antara seorang imam dan seorang muadin mempunyai keutamaan derajat yang sama, dan yang terakhir apabila seorang imam menguasai hukukul imamah atau ilmu yang sesuai maka itulah yang lebih utama karena dia menghafal Al – Quran, menjaga hafalannya dan mengimami. 

Jikalau tidak memiliki maka adzanlah yang lebih baik. Karena niat beribadah sendiri adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT maka hendaklah kita dasari segala hal dengan niat baik dan sebatas hanya untuk mengharapkan ridho Allah subhanahu wata’ala. (CTR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.