Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Orangtua, Penuhi Cawan Kasih Sayang Anak-anakmu

Admin 29 Jul 2024 Warta Istiqlal

Oleh: Nurul Fajriyah

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Tulisan hikmah edisi kali ini terinspirasi dari pesan Praktisi dan Ketua Asosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia dr. Aisyah Dahlan, CHt, mengenai tantrum yang dialami pada anak.

Tantrum yang merupakan bentuk alamiah dari anak saat mengekspresikan kemarahan dengan tidur di lantai, meronta-ronta, berteriak dan biasanya menahan napas ini normal dialami oleh anak berusia 15 bulan sampai 6 tahun.

Namun, tantrum yang sulit dikontrol juga bisa menjadi alarm bahaya, tanda bahwa orangtua (Ayah maupun Ibu) belum mengisi penuh cawan kasih sayang sang anak. dr. Aisyah Dahlan menyebutnya dengan 'baterai kasih sayang'. Atau jika difamiliarkan, disebut dengan bahasa cinta (love language).

Saat anak tantrum, bisa saja saat itu anak menunjukan tanda kekurangan salah satu baterai kasih sayangnya, misalnya sebagai berikut:

Teriak, membentak, berarti dia membutuhkan baterai kasih sayang berupa pujian.

Memukul, mencubit orang lain, berarti dia membutuhkan baterai kasih sayang berupa sentuhan.

Pelit banget, berarti dia membutuhkan baterai kasih sayang berupa pemberian hadiah.

Kasar pada orang lain atau bahkan orangtuanya, berarti dia membutuhkan baterai kasih sayang berupa pelayanan dan quality time.

Tantrum hingga menyakiti diri seperti membenturkan kepala ke tembok, berarti dia membutuhkan orangtua untuk memenuhi kelima baterai kasih sayangnya.

Sehingga daripada itu, penting bagi kita sebagai orangtua untuk terlebih dahulu muhasabah diri, apakah kita sudah memenuhi hak-hak anak? Atau ada yang terluput sehingga anak merasa lebih sulit mengontrol emosi yang belum sepenuhnya dia kenal dan dia pahami cara mengatasinya.

Mengingat alarm bahaya di atas, dr. Aisyah Dahlan memaparkan pentingnya orangtua memenuhi lima bahasa kasih sayang terhadap anak sejak di bawah satu tahun  setiap hari. Penjabarannya sebagai berikut:

Words of Affirmation (Pujian), seperti memuji anak cantik, ganteng, baik, tenang, mengapresiasi bahwa dirinya hebat, bijaksana, kuat, pandai, dan sebagainya.

Physical Touch (Sentuhan Fisik), seperti memeluk, mencium, membelai, menggandeng, merangkul, dan sebagainya.

Quality Time (Menghabiskan Waktu Bersama), seperti menemani bermain, mendengarkan ceritanya, membacakan buku yang anak suka, bercanda bersama, dan seterusnya.

Acts of Service (Mendapatkan Bantuan), seperti bantu memandikan, menyisiri rambut anak, membantu anak saat bermain, merapikan tempat tidurnya, memberikan suatu bantuan yang membuat anak lebih nyaman, dan seterusnya.

Receiving Gifts (Memperoleh Hadiah), seperti memberikannya susu, makanan yang dia suka dengan kalimat “Bunda/Ayah buatkan spesial untuk kaka/adik,”. Tidak harus selalu baru yang mahal, hal sederhana juga anak sudah bahagia.

Saat kita sudah istiqomahkan diri dalam memenuhi hak-hak anak berupa cawan kasih sayang anak sebagaimana yang dipaparkan di atas, semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa meridhai, memudahkan langkah kita dalam mendidik dan mengasuh buah hati.

Selain ikhtiar di atas, perlu juga bagi para orangtua untuk terus memanjatkan doa kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu-waktu yang mustajab (waktu terkabulkannya do’a), seperti sepertiga malam yang terakhir, agar anak-anak menjadi anak yang shalih dan shaliha, qurrota a'yun, menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, serta keluarganya diliputi sakinah, mawaddah wa rahmah.

Seperti do’a yang tercantum di dalam Al-Qur-an:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: “…Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Furqaan/25 : 74)

Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdo’a,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Artinya: “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa." (QS. Ali Imron: 38).

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berdo’a,

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.” (QS. Aṣ-Ṣāffāt [37]:100)

Allahu a'lam bishowwab. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.