Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Kesetaraan Hak untuk Semua Anak di Dunia

Admin 21 Nov 2025 Warta Istiqlal

Oleh : KH. Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., MA

Setiap anak yang lahir di dunia membawa harapan baru bagi masa depan umat manusia. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan arah peradaban. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa jutaan anak di berbagai belahan dunia masih belum menikmati hak- hak dasar mereka secara adil. Sebagian anak hidup dalam kemiskinan ekstrem, kekerasan, peperangan, atau diskriminasi yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk tumbuh secara layak.

Hari Anak Internasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak — tanpa memandang ras, agama, gender, atau status sosial — berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang. Kesetaraan hak bagi semua anak bukan hanya persoalan moral, tetapi juga fondasi bagi terciptanya dunia yang adil dan beradab.

Kesetaraan hak berarti pengakuan bahwa setiap anak memiliki derajat yang sama dalam memperoleh peluang hidup yang layak. Konsep ini ditegaskan dalam Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (CRC) tahun 1989, yang menyatakan bahwa anak berhak atas kehidupan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan tanpa diskriminasi.

Dalam konteks Islam, prinsip kesetaraan anak sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang menegaskan keadilan dan kemuliaan manusia. Allah berfirman: Dan sungguh Kami telah memuliakan anak-anak Adam (QS. Al-Isrā’: 70).

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap anak manusia (tanpa membedakan warna kulit, suku, atau agama) memiliki kemuliaan yang sama di hadapan Allah. Oleh karena itu, memperjuangkan kesetaraan hak anak merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

Meski kesetaraan menjadi cita-cita global, realitas menunjukkan masih banyak anak hidup dalam ketidakadilan struktural. Data UNICEF (2024) memperkirakan lebih dari 330 juta anak di dunia hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. Banyak di antara mereka tidak dapat bersekolah, bekerja di usia dini, atau menjadi korban konflik bersenjata dan perdagangan manusia.

Di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih terdapat kesenjangan hak antara anak di perkotaan dan pedesaan, antara anak yang lahir dalam keluarga mampu dan yang hidup dalam keterbatasan. Anak perempuan sering menghadapi hambatan ganda selain karena kemiskinan, juga karena budaya patriarki yang membatasi ruang gerak dan pendidikan mereka.

Kesenjangan digital juga menciptakan bentuk ketidaksetaraan baru. Di era teknologi, anak-anak yang tidak memiliki akses internet tertinggal jauh dalam pembelajaran dan pengembangan diri. Mewujudkan kesetaraan hak anak membutuhkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan keluarga.

Negara harus memastikan kebijakan yang ramah anak, mulai dari perlindungan hukum, akses pendidikan gratis, hingga layanan kesehatan yang memadai. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memiliki peran utama dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama. Sementara masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi anak-anak.

Dalam pandangan Islam, Nabi Muhammad SAW memberi teladan luar biasa dalam memperlakukan anak. Beliau menegaskan: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua" (HR. Ahmad). Hadis ini menegaskan bahwa kasih sayang dan penghormatan terhadap anak merupakan ciri keimanan dan peradaban yang luhur.

Kesetaraan hak untuk semua anak di dunia bukanlah slogan, tetapi komitmen moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dunia yang layak bagi anak adalah dunia yang menjamin setiap anak bisa tumbuh sehat, belajar dengan bahagia, dan bermimpi tanpa takut.

Kita tidak bisa berharap masa depan menjadi lebih baik jika masih ada anak-anak yang hidup tanpa pendidikan, tanpa perlindungan, dan tanpa harapan. Karena sejatinya, keadilan bagi anak-anak adalah investasi kemanusiaan bagi masa depan dunia. r

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.