Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Kalender Hijriyah dan Identitas Keislaman

Admin 10 Jul 2025 Warta Istiqlal

Dr. Budi Utomo S.Th.I, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Awal penggunaan kalender hijriyah merupakan penegasan identitas keislaman. Hal ini diantaranya untuk membedakan entitas masyarakat kebudayaan Islam dari Yahudi dan Nasrani. Di dalam Al-Qur’an Allah mengindikasikan terjadinya perang identitas:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ 

Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.QS Al-Baqarah/2: 120.

Diperjelas dengan adanya hadits tentang anjuran puasa di tanggal 9 Muharram (tasu’ah) yang terdapat dalam riwayat Ibnu Abbas:

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Abdullah bin Abbas radliallahu ‘anhuma berkata saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat (HR. Muslim).

Millah pada Al-Baqarah/2: 120 memiliki beberapa makna, namun yang paling umum adalah agama atau jalan hidup yang dianut oleh seseorang, khususnya dalam konteks ajaran para nabi. Kata ini juga bisa merujuk pada ajaran, syariat, atau keyakinan yang dianut oleh suatu komunitas atau kelompok. Secara lebih luas, millah bisa dimaknai sebagai jalan hidup yang dipilih dan dianut oleh seseorang, termasuk dalam hal ibadah, akhlak, dan muamalah. 

Masalah identitas merupakan suatu hal penting dan menjadi perhatian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Perjalanan hijrah, selain untuk  menjaga keimanan, mempertahankan akidah dan membela keyakinan, merupakan perjalanan untuk membangun ukhuwah Muhajirin dan Anshor.  Persatuan ini kemudian melahirkan kebudayaan dunia baru yang menjadi identitas keislaman dalam kultur yang khas dan unik.

Hari ini momentum awal tahun baru hijriyah sering kali dikaitkan dengan identitas ini. Anak muda jaman ini telah mengangkat halal style bukan hanya tentang masalah gaya hidup, tetapi sudah menjadi movement yang solid. 

Dahulu, mungkin hal ini hanya dianggap urusan  keagamaan, terkait keshalihan individual. Namun hari ini, halal style sudah sampai ke ranah fashion, musik, film, kuliner, sampai cara hang out. Bukan lagi sebatas obrolan  boleh-tak boleh, halal-haram, tetapi sudah menjadi statement berkelas untuk menunjukkan identitas diri.

Anak-anak muda makin percaya diri menunjukkan jati diri, tampil modis, namun tetap on the track. Modis bukan lagi menjadi halangan, malah menjadi nilai plus. Hijab tidak lagi hanya sekedar penutup, tetapi menjadi fashion item yang bisa dieksplorasi lebih. 

Musik religi tidak lagi melulu irama penuh kesyahduan, tetapi sudah dimodifikasi sesuai selera  kekinian. Kuliner halal sudah naik kelas, tidak hanya di warung pinggir jalan, tetapi bisa di kafe hits sampe restoran fancy.

Halal Style telah menjelma menjadi budaya yang tidak kaku, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi yang dilandasi nilai Islam. Ini mungkin baru permulaan, ke depannya, halal style akan menjadi gerakan kebudayaan yang masive, sebagai identitas budaya baru muslim Indonesia. Wallahu A'lam.
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.