Foto: Dok. Media Istiqlal

Hawamisy Istiqlal: Kunci Ketenangan Jiwa dan Solusi Masalah Hidup Lewat Majelis Ilmu

28 Sep 2026

Kitab Ad-Da'watut Tammah wa At-Tazkiratul 'Ammah karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad

Oleh: Dr. KH. Abdul Rasyid TH, M.Pd.I.

Pendidikan spiritual dan keimanan merupakan pondasi utama bagi seorang muslim dalam menjalankan kehidupannya. Banyak orang beranggapan bahwa aktivitas ibadah yang dijalankan sehari-hari sudah cukup dengan kebiasaan tanpa memerlukan pengulangan dalam menuntut ilmu. Padahal, setiap ibadah yang kita lakukan mulai dari shalat, puasa, hingga zakat membutuhkan pemahaman ilmu yang benar agar syarat, rukun, serta nilai keikhlasannya terpenuhi secara sempurna.

Dalam kajian kitab Ad-Da'watut Tammah wa At-Tazkiratul 'Ammah karya Syekh Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad di Masjid Istiqlal, Dr. KH. Abdul Rasyid TH, M.Pd.I. menegaskan bahwa menuntut ilmu agama bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban pribadi (fardu 'ain) yang tidak ada alasan (uzur) untuk ditinggalkan.

Kewajiban Menuntut Ilmu dan Mengamalkannya

Merujuk pada penjelasan Al-Habib Abdullah Al-Haddad, Allah SWT mengutus Rasulullah ﷺ untuk membawa agama yang benar agar unggul atas seluruh ajaran lainnya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 33:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 33)

Dari ayat di atas, pembicara menekankan bahwa seseorang tidak mungkin dapat mengamalkan ajaran agama tanpa melalui proses belajar. Oleh karena itu, menuntut ilmu menjadi kewajiban mutlak bagi setiap individu muslim. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang sahih:

Hadis Sahih:

Dari Anas bin Malik R.A., Rasulullah ﷺ bersabda:

"طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ"

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibn Majah no. 224)

Berdasarkan hadis tersebut, tidak ada uzur bagi orang yang awam untuk enggan belajar, sebagaimana tidak ada alasan pula bagi orang alim untuk enggan mengajarkan ilmu yang diwajibkan oleh Allah SWT.

Koreksi Ibadah dan Menjaga Ketauhidan

Tujuan utama menuntut ilmu adalah untuk terus-menerus mengevaluasi dan mengoreksi ibadah yang kita lakukan sehari-hari. Mulai dari meluruskan akidah saat mengucapkan takbir "Allahu Akbar" agar fokus dan pikiran tidak melayang pada urusan duniawi hingga memperbaiki rukun serta syarat sahnya shalat.

Jika seseorang shalat hanya menggugurkan kewajiban tanpa mempelajari kelengkapan sunah-sunahnya, ibadah tersebut tetap sah, namun ia kehilangan bonus ganjaran dan kemuliaan dari Allah SWT. Ibarat pekerja yang hanya menerima gaji pokok tanpa tunjangan kinerja, begitulah gambaran hamba yang enggan menambah kualitas ibadahnya dengan ilmu.

Selain itu, ilmu juga mendidik lisan agar senantiasa basah dengan zikir dan doa, sehingga menghindarkan diri dari perkataan kasar, mencela, maupun mengumpat sesama manusia.

Tolok Ukur Prestasi Orang Tua terhadap Anak

Di sela-sela pemaparannya, Dr. KH. Abdul Rasyid TH, M.Pd.I. menyampaikan sudut pandang yang sangat bermakna mengenai pola asuh dan tolok ukur prestasi anak di mata orang tua:

"Prestasi anak yang sejati di mata orang tua bukanlah sekadar peringkat atau nilai akademik di sekolah, melainkan ketika tingkatan ibadah dan pemahaman agamanya berada di atas orang tuanya. Saat anak rajin shalat dan mampu membaca Al-Qur'an, seluruh pahala amalnya sebelum baligh akan terus mengalir untuk kedua orang tuanya."

Oleh sebab itu, orang tua diimbau untuk tidak berkecil hati jika anaknya belum berprestasi secara akademik. Pendidikan agama melalui TPA, madrasah diniyah, maupun pengajaran di rumah harus tetap diutamakan untuk membentuk karakter bertakwa.

Menuntut Ilmu Tanpa Batas Usia

Proses menuntut ilmu agama tidak terbatas oleh rentang usia maupun status sosial. Sejak janin berada di dalam kandungan usia 4 bulan ketika ruh telah ditiupkan seorang ibu disunahkan untuk senantiasa memperdengarkan lantunan ayat Al-Qur'an dan selawat.

Proses belajar ini berlanjut sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi). Menuntut ilmu menjadi sarana untuk menambah keyakinan kepada Allah SWT, sehingga setiap masalah kehidupan baik di rumah, tempat kerja, maupun masyarakat dapat diselesaikan dengan jalan yang bijak dan berakhlak mulia.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.