Foto: Dok. Media Istiqlal

Di Balik Lahirnya Hari Santri Nasional

Muhammad Rizki Putra Ramadhan 23 Oct 2026

Setiap tanggal 22 Oktober, Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Peringatan ini berakar pada peristiwa bersejarah, yakni Resolusi Jihad yang dicetuskan di Surabaya pada 22 Oktober 1945.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa belum sepenuhnya berakhir. Kedatangan tentara Sekutu yang disertai pihak Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA) menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya penjajahan. Situasi ini mendorong para ulama untuk mengambil sikap dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 21–22 Oktober 1945, para wakil daerah Nahdlatul Ulama berkumpul di Surabaya. Pertemuan tersebut menghasilkan Resolusi Jihad, sebuah seruan yang menegaskan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan menolak upaya penjajahan kembali. Di bawah kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari, seruan ini memperkuat semangat umat Islam untuk turut berjuang membela tanah air.

Resolusi Jihad menempatkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan sebagai tanggung jawab keagamaan sekaligus kebangsaan. Seruan tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong keterlibatan para ulama, santri, dan masyarakat dalam perjuangan bersenjata, termasuk dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Semangat Resolusi Jihad turut menggerakkan para santri untuk bergabung dalam perjuangan melawan pasukan yang berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial. Sebagian santri terlibat dalam laskar Hizbullah, sementara berbagai kelompok perjuangan lainnya juga mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pertempuran Surabaya menjadi salah satu gambaran nyata keterlibatan rakyat dari berbagai latar belakang dalam mempertahankan Indonesia. Perjuangan tersebut tidak hanya dilakukan oleh tentara, tetapi juga melibatkan ulama, santri, dan masyarakat luas. Resolusi Jihad menjadi bagian penting dari rangkaian sejarah yang memperlihatkan hubungan antara semangat keagamaan dan perjuangan kebangsaan.

Untuk mengenang kontribusi tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Presiden Joko Widodo mendeklarasikan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 22 Oktober 2015.

Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hari Santri tidak hanya mengingatkan masyarakat pada peristiwa Resolusi Jihad, tetapi juga mengajak generasi masa kini untuk meneruskan nilai perjuangan melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi positif bagi bangsa.

Sejarah Resolusi Jihad menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia melibatkan banyak unsur masyarakat. Semangat para ulama dan santri menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa yang perlu terus dikenang dan diteladani, bukan hanya setiap 22 Oktober, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.