Jakarta, www.istiqlal.or.id - Dalam rangka merayakan Hari Ayah pada 12 November, Madrasah Istiqlal Jakarta (MIJ) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Semarak Hari Ayah dan Open House MIJ, pada Sabtu (12/11). Salah satu kegiatan yang menarik perhatian para khalayak ialah Talkshow Parenting.
Talkshow tersebut begitu menarik karena membahas pentingnya peran orangtua dalam masa tumbuh kembang anak. Terkhusus ayah, ayah merupakan sosok penting dalam sebuah keluarga. Jika diibaratkan sekolah, sosok ayah adalah kepala sekolahnya.
Lalu bagaimana "kepala sekolah" ini berperan dalam membentuk generasi emas di masa mendatang?
Seorang pakar pendidikan, Bahrul Hayat, Ph.D, mengatakan bahwasanya pembangunan karakter anak bisa dimulai dengan membangun habit-habit kecil yang baik di dalam rumah dan lingkungan sekitarnya. "Seorang bapak yang baik adalah mampu mengkomunikasikan antara sekolah dan rumah, jadi bukan berarti tugas orangtua selesai saat anak sudah sekolah," ujarnya.
Dengan begitu, Bahrul juga menambahkan bahwasanya quality time antara anak dan orangtua sangat penting lakukan dalam keseharian kita dan komunikasi yang terjalin dapat memperkokoh hubungan di antara keduanya. "(Sehingga kita) dapat mengimbau dan membimbing untuk bekalnya di masa depan."
Di samping itu, Bahrul juga membagikan kisah bahwa dirinya juga dididik oleh ayah dengan cara yang unik dan menyenangkan. "Kalau merefleksikan di hidup saya yang ayahnya adalah guru agama, memang saya sering diajak ketika ayah ceramah, tentu topik bahasannya disesuaikan dengan usia saya."
.jpeg)
Di sisi lain, Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D, juga berpesan bahwasanya pembagian peran antara ibu dan ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak. "Untuk membesarkan anak itu butuh orang sekampung, tidak cukup orangtua saja atau keluarga, pembagian peran orangtua penting sesuai dengan porsinya masing-masing."
Berperan menjadi ayah yang baik, Prof. Fasli juga berpesan agar pendampingan pendidikan anak haruslah melibatkan keyakinan dan berserah diri kepada Allah SWT. "Anak adalah titipan Allah SWT dengan segala potensinya, kita harus percaya dan yakin bahwa dia akan menjadi 'seseorang', tugas kita adalah menemukan bakat dan potensinya, dan untuk menemukan itu, kita membutuhkan lingkungan. (Acapkali) yang memberitahu bakat dan potensi bisa jadi si anak, karena mereka punya referensinya sendiri, itulah pentingnya diskusi."
"Diskusi penting, kita harus yakin bahwa dia akan sukses dengan jenis kesuksesannya sendiri. Sabar untuk menemukan, mendampingi dan membawa (menyertakan) lingkungan agar dia bisa menemukan potensinya," lanjut Prof. Fasli.
Sementara Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPMI H. M. Farief F Saenong, Ph.D, juga berpesan agar orangtua harus visioner selama mendampingi pertumbuhan anak. "Anak akan hidup dan menghadapi situasinya sendiri di eranya sendiri, jadi kita di satu sisi dipaksa berpikir mengenai yang dihadapkan 50 tahun mendatang. Menyiapkan mereka saat ini adalah untuk 50 tahun mendatang, bukan hal praktis, tapi berpikir yang visioner."
Turut dihadiri Aktor Amar Zoni yang juga membagikan pengalamannya kepada khalayak selama menjadi ayah, acara talkshow terbuka untuk umum dan gratis. Para pengunjung diperkirakan hadir sekitar lebih dari 500 orang. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.