Oleh : Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pada kesempatan shalat Jum’at yang mulia dan berbahagia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Marilah kita menunaikan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT adalah amalan yang akan mengantarkan kita meraih kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan di dunia dan di akhirat.
Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Tahun 2015, Pew Reserch Center, sebuah lembaga riset Amerika Serikat, menyampaikan hasil survei tentang profil dan jumlah pemeluk agama di dunia serta proyeksi pemeluk agama dunia tahun 2050. Apabila dikaitkan dengan umat Islam, ada tiga data yang menarik.
Pertama, dilihat dari jumlah pemeluknya, Islam adalah agama terbesar kedua setelah Nasrani (Kristen dan Katolik). Islam adalah agama yang berkembang pesat, khususnya di negara-negara Barat, terutama di Benua Eropa dan Amerika.
Kedua, kualitas dan peran umat Islam dalam berbagai bidang ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan juga menunjukkan peningkatan.
Ketiga, sekarang ini jumlah Muslim terbesar di dunia ada di Indonesia. Sekitar sepuluh persen Muslim dunia bermukin di Nusantara. Akan tetapi, tahun 2050, negeri berpenduduk Muslim terbesar adalah India. Survei Pew Reaech Center tersebut menarik. Dalam dua dasa warsa terakhir paska 9/11, Islamofobia, rasisme dan anti-semitisme di negara-negara barat cenderung meningkat.

Umat Islam mengalami dan menjadi sasaran berbagai tindakan kekerasan. Sejak BJP, Partai Hindu fundamentalis, berkuasa di India, umat Islam mengalami tekanan yang luar biasa. Dengan berbagai argumen politik, uamt Islam di India mendapatkan kesulitan, intimidasi, dan kekejaman yang memilukan.
Mengapa di tengah berbagai tekanan dan kekerasan umat Islam tetap bertahan dan Islam terus berkembang? Jawabannya tiada lain karena Islam adalah agama yang sempurna. Islam berisi ajaran yang mempersatukan umat manusia. Islam adalah agama yng terbaik. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang terbaik di antara Rasul-rasul yang lain.
Al-Qur’an adalah kitab terbaik, penyempurna dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Syariat Islam adalah ajaran dan tuntunan yang lengkap yang membersihkan jiwa manusia serta membimbing manusia meraih kesejahteraan material dan spiritual, kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dengan berbagai keistimewaan itu. Allah SWT berkehendak menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 143, yang artinya:
Artinya: "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." (QS. Al-Baqarah/2 : 143).
Para mufassir di antaranya Wahbah Zuhaili di dalam Tafsir al-Wajiz ‘ala Hamisy Al-Qur’an Al-‘Adzim, Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, dan Al-Qurthubi dalam Al-jami’li al-Ahkam Al-Qur’an menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "ummatan wasatha" adalah umat pilihan, tengahan, terbaik dan adil. Pada yang demikian itu karena Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang terbaik, risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah syariat yang terbaik, dan Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah kitab yang terbaik.

Banyak kaum terpelajar dari kalangan ilmuwan, filosofi, dan akademis masuk Islam setelah mengkaji secara mendalam dan kritis serta membandingkan Al-Qur’an dengan kitab suci lainnya. Kedua, masyarakat modern di banyak negara maju, dan telah mencapai kesejahteraan material tidak menemukan kebahagiaan.
Dalam banyak hal, kesejahteraan material justru menjadikan manusia semakin terasing dan mengalami reduksi kemanusiaan. Manusia menemukan kebahagiaan dalam kehidupan spiritual. Demikian halnya dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang ditopang oleh rasionalitas tanpa iman.
Ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat diperlukan untuk membantu manusia melakukan banyak pekerjaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi penting sebagai sarana meraih kehidupan. Tetapi, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menjamin kehidupan dan menyelamatkan manusia dari kematian.
Teknologi bahkan menjadikan manusia saling bermusuhan. Kunci kebahagiaan adalah keseimbangan. Manusia adalah makhluk jasmani dan ruhani. Untuk memenuhi kebutuhan jasmani, manusia memerlukan makan, minum dan halhal yang bersifat material, untuk memenuhi kebutuhan ruhani, manusia memerlukan hal-hal yang bersifat spiritual. Spiritualitas manusia akan meningkat dengan beribadah, berdoa, dan berpikir serta mendermakan harta benda untuk membantu sesama.
Islam sebagai agama wasathiyah, menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, di dalam Tafsir Al-Maraghi, berisi ajaran yang seimbang antara kehidupan material dan spiritual serta memberikan tuntutan bagaimana meraih keduanya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an surat Al-Qashash [28] ayat 77, yang artinya:
Artinya: "Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Sesuai prediksi Pew Research Center, pemeluk Islam akan terus bertambah, Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dari Tanah Arab sekarang telah menjadi agama dunia. Di manapun di penjuru bumi, terdapat masyarakat Muslim. Hal demikian sesuai dengan sifat dan tujuan Islam sebagai agama dunia untuk seluruh umat manusia.
Islam akan menjadi agama peradaban manusia di masa depan, apabila umat Islam mengamalkan ajaran Islam sebagai agama wasathiyah. Umat Islam berusaha meningkatkan kualitas diri dan komunitasnya dengan iman yang teguh, kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni budaya yang luhur.
Umat Islam akan maju apabila menghindarkan diri dari sikap ekstrim dan berlebihan dengan hanya mementingkan hal-hal yang bersifat materi dan meninggalkan hal-hal yang bersifat ruhani. Atau sebaliknya, mementingkan hal-hal spiritual dengan mengesampingkan hal-hal yang bersifat material.
Islam akan menjadi agama yang berkembang, apabila Muslim bersifat terbuka, adil, dan tidak ekstrim dalam menyikapi berbagai persoalan serta tidak eksklusif dalam pergaulan. Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia yang tugasnya adalah bagaimana menghadirkan Islam yang wasatiyah kepada seluruh umat manusia dengan keberislaman yang wasathiyah. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)