Jakarta, www.istiqlal.or.id – Setiap manusia pasti menghadapi masalah. Besar atau kecil, mudah atau gampang, mudah atau sulit, cobaan hidup adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari perjalanan hidup manusia di dunia ini.
Di era modern ini, kebanyakan orang memilih untuk berkeluh kesah kepada teman, tetangga, saudara, bahkan tidak sedikit orang yang menggunakan media sosial sebagai tempat curhat. Sayangnya, cara-cara seperti ini sering kali tidak menyelesaikan masalah, bahkan terkadang justru hanya menyebarkan aib.
Dr. KH. Maslim Halimin, M.Pd.I dalam Kajian Renungan Fajar di Masjid Istiqlal menyampaikan bahwasannya kunci menghadapi masalah hidup justru kita bisa dapati dengan sabar dan shalat, penjabarannya ialah sebagai berikut:
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 153:
ٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: ”Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqarah ayat 153)
Sholat dan sabar merupakan dua hal yang mampu menenangkan jiwa dan menyelesaikan masalah. Dua hal ini juga menjadi pilar utama sandaran kita dalam menghadapi masalah, bukan manusia maupun media sosial.
Lalu, bagaiman cara kita meminta pertolongan kepada Allah dalam sholat dan sabar?
Sholat merupakan ibadan yang paling istimewa. Rasulullah saw. mengatakan ”sholat adalah mikraj orang-orang mukmin”. Sebuah kegiatan spiritual yang dimana seorang hamba berkomunikasi secara langsung dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholat merupakan satu-satunya perintah ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah saw. Dari Allah tanpa perantara malaikat Jibril.
Allah memerintahkan kita agar melaksanakan sholat dengan khusyuk. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 1-2:
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ
Artinya: ” Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya,”
Dalam ayat ini Allah Subhanallahu wa Ta’ala menjanjikan keberuntungan bagi orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya. Bukan hanya sekedar gerakan fisik, tetapi juga kehadiran hati dan ketundukan kepada Allah. Orang yang khusyuk dalam sholatnya ialah orang yang mampu memutuskan diri dari urusan dunia sejenak dan sepenuhnya fokus berkomunikasi dengan Tuhannya.
Sholat menjadi tempat kita menumpahkan segala isi hati, keluh kesah, harapan, dan keinginan. Kita bisa ”bercerita” kepadanya-Nya tanpa batas, tanpa khawatir. Pertolongan-Nya pun akan datang dalam bentuk yang tidak terduga, membuka pintu rezeki, kemudahan, serta ketenangan hati.
Selain daripada sholat, sabar juga menjadi penolong sejati dalam menghadapi masalah. Sabar bukan hanya diartikan sebagai sikap pasif dan diam. Sabar yang sesungguhnya adalah kesadaran spiritual bahwa kita ini adalah makhluk Allah yang harus taat, tunduk, dan patuh, terhadap apa yang Allah takdirkan kepada kita, bahwa segala sesuatu yang terjadi baik atau buruk adalah takdir dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
Kesadaran spiritual inilah yang membuat kita Ridha atas ujian yang Allah berikan kepada kita. Ketika seseorang ridha atas ujian diberikan, Allah tidak akan menambah ujian tersebut, malainkan justru akan melepaskan orang itu dari masalah yang di alami. Sabar yang sejati akan mendorong kita untuk terus berikhtiar dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ketika kita diuji, Sabar berarti tidak putus asa. Sebaliknya, kita meyakini bahwa dibalik kesulitan pasti ada hikmah dan jalan keluar. Sabar juga menjadi motivasi kita utnuk terus berusaha dan berikhtiar dalam berusaha dan beribadah. Semakit berat ujian yang kita hadapi, maka semakin besar pula kesabaran kita.
Tahukah kita bahwa orang yang menang dalam setiap ujian itu adalah orang yang bersabar?
Rasulullah saw. bersabda, ”Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan” (HR. Ahmad, sahih) (Syarh Riyadhus Shalihin).
Sabar menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dari berbagai penderitaan dan musibah.
Sholat dan sabar merupakan sepasang penolong yang tidak bisa dipisahkan. Dengan cara inilah kita menghadapi masalah dan cobaan dalam hidup, melaksanakan sholat dengan penuh kekhusyukan, menghadirkan diri bahwa kita adalah makhluk Allah yang harus tunduk dan patuh terhadap apa yang Allah telah tetapkan kepada kita.
Kita harus menerima dengan hati yang ridha, percaya bahwa apa yang Allah tetapkan maka itulah yang terbaik untuk kita.
Semoga nasihat ini menjadi pengingat bagi kita dalam kehidupan sehingga kita akan senantiasa lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, serta senantiasa memperbaiki ibadah kita, menjadikan diri kita sebagai hamba Allah yang benar-benar khusyuk dalam sholatnya, dan mampu ridha dalam segala hal yang Allah tetapkan kepada kita. (NAYA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)