Jakarta, www.istiqlal.or.id - Haji asal maknanya adalah “menyengaja sesuatu”. Haji menurut syara’ ialah “sengaja mengunjungi Ka'bah untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan rukun dan syarat tertentu.”
Salah satu rukun Haji yaitu Sa'i. Sa’i adalah berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ أَنَّ امْرَأَةَ اَخْبَرَتْهَا أَنْهَا سَمِعَتِ النَّبِيَّ صَلَّى له عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الصَّفَا وَالمَروَةَ يَقُولُ: كُتِبَ عَلَيْكُمُ السَّعَى فَاسْعَوْا
(رواه أحمد)
Artinya: “Dari Shafiyah binti Syaibah. Bahwa seorang perempuan telah mengabarkan kepadanya (Shafiyah) bahwa dia telah mendengar Nabi Besar SAW. bersabda di antara bukit Shafa dan Marwah, “Telah diwajibkan atas kamu sa'i. Maka hendaklah kamu kerjakan.” (HR. Ahmad)
Sebagai rangkaian wajib saat haji dan umrah, sa’i mengandung banyak hikmah dan sejarah didalamnya. Dahulu kala, Siti Hajar dan putranya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim ditengah gurun atas perintah Allah. Dalam kondisi tanpa perbekalan makanan dan air, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah berusaha memperoleh air untuk putranya.
Dengan sikap tawakkal, Siti Hajar terus berusaha agar mendapatkan air. Sampai pada akhirnya atas izin Allah, air memancar diantara kedua kaki Ismail yang dihentak-hentakkan karena menangis kehausan.
Hikmah yang dapat kita ambil dari Sai diantaranya:
1. Keteladan Siti Hajar
Hikmah yang ada di dalam sejarah sa'i yaitu keteladan Siti Hajar. Kisahnya menunjukkan contoh nyata dari keteguhan hati, kesabaran, serta usaha yang tak mengenal lelah.
2. Tawakkal
Siti Hajar juga menunjukkan sikap tawakkal atau berserah diri kepada Allah. Hal ini lain daripada pasrah tanpa usaha, beliau berikhtiar dengan sepenuh tenaga.
Allah juga memerintahkan kepada kita untuk bertawakkal kepada-Nya. Karena dengan bertawakkal, Allah akan mencukupkan apapun yang kita butuhkan. Seperti di dalam Q.S At-Thalaq ayat: 3
…وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ
Artinya: “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”
3. Simbol Perjuangan
Sa'i menjadi simbol perjuangan, sebab tak mudah berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Terlebih dengan orang yang memiliki keterbatasan fisik ataupun lanjut usia. Namun dengan niat dan kerelaan akan perjuangan, jamaah tetap melaksanakan sa’i untuk menyempurnakan ibadah haji atau umrahnya.
4. Kesetaraan dan Kesederahan
Seluruh jamaah, tak mengenal suku bangsa, ras, dan juga kelas sosial, tetap harus melaksanakan sa'i dengan semestinya. Semuanya sama, tak ada pengistimewaan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh manusia sama di mata Allah, yang membedakan hanya iman dan ketaqwaannya.
5. Pelajaran Hidup
Sa'i menggambarkan perjalan hidup yang penuh dengan usaha, harapan, dan pencarian. Antara Shafa dan Marwah, Siti Hajar mencari ‘air’ yang diibaratkan dalam kehidupan sebagai rahmat, rezeki, atau jalan keluar dari setiap kesulitan.
Sa'i bukanlah sekadar berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. Akan tetapi juga menyimpan hikmah yang begitu besar yang dapat kita refleksikan di kehidupan sehari, seperti: ikhtiar, tawakkal, dan perjuangan dalam hidup. (LULU/Humas dan Media Masjid Istiqlal)