Oleh: KH Bukhori Sail Attahiri
Pada kesempatan yang mulia ini, mari kita merenungi sebuah peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu Hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Sebuah peristiwa yang bukan sekadar perpindahan fisik, namun merupakan revolusi strategis yang menjadi pondasi kokoh bagi perkembangan agama Islam yang kita cintai ini. Para ulama sejarah Islam sepakat bahwa Hijrah adalah titik balik fundamental yang mengubah perjalanan dakwah Nabi, dari fase penindasan dan ujian berat menjadi fase pembangunan peradaban Islam.
Hijrah: Fondasi Pembangunan Masyarakat Bertauhid
Sebelum Hijrah, dakwah Islam di Makkah berpusat pada penanaman tauhid murni kepada individu, di tengah lingkungan yang menolak dan memusuhi. Namun, Hijrah mengubah paradigma ini. Ia bukan hanya upaya menyelamatkan diri, melainkan sebuah strategi Ilahiah untuk membangun sebuah masyarakat dan negara yang berdasarkan pada prinsip tauhid dan aqidah yang lurus. Di Madinah, Nabi Muhammad saw tidak hanya mendirikan masjid sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan segala aktivitas umat. Ini menunjukkan bahwa tauhid bukan hanya keyakinan personal, melainkan juga sistem kehidupan yang mengatur seluruh sendi masyarakat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 100)
Ayat ini bukan hanya menjanjikan ganjaran bagi mereka yang berhijrah, tetapi juga secara implisit menunjukkan bahwa Hijrah adalah jalan menuju kelapangan dan kemajuan, baik secara spiritual maupun material, yang pada akhirnya menopang tegaknya tauhid.
Perkembangan Islam Pasca-Hijrah: Dari Konsep Menjadi Realitas
Hijrah melahirkan berbagai inovasi dan strategi yang krusial bagi perkembangan Islam:
1. Pembentukan Masyarakat Madani (Daulah Islamiyah):
Di Madinah, Nabi Muhammad saw berhasil membentuk sebuah negara (daulah) dengan sistem pemerintahan yang jelas. Ini memungkinkan Islam tidak hanya menjadi ajaran personal, tetapi juga menjadi sistem hukum dan sosial yang mengatur kehidupan bernegara. Konsep tauhid yang sebelumnya hanya diyakini di hati, kini menjadi landasan konstitusi, yaitu Piagam Madinah (Shahifah Madinah), yang mengatur hubungan antarberbagai suku dan agama di Madinah. Para ulama fiqih dan siyasah syar'iyyah mengkaji bagaimana Piagam Madinah ini menjadi model awal sebuah negara pluralistik yang berdasarkan keadilan Islam.
2. Persaudaraan (Mu’akhah) Antara Muhajirin dan Anshar:
Nabi Muhammad saw menyatukan Muhajirin (pendatang) dan Anshar (penduduk asli Madinah) dalam ikatan persaudaraan yang kokoh, melebihi ikatan darah. Ini adalah manifestasi nyata dari aqidah persatuan umat Islam, bahwa iman adalah ikatan terkuat. Persaudaraan ini menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang memungkinkan komunitas muslim bertahan dan berkembang.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
"Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, satu bagian menguatkan bagian yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan prinsip ukhuwah Islamiyah yang ditegakkan melalui Hijrah, yang merupakan wujud nyata dari aqidah persatuan.
3. Penguatan Syariat dan Fiqih:
Dengan adanya negara, syariat Islam dapat diterapkan secara lebih komprehensif. Banyak hukum Islam, seperti shalat berjamaah, zakat, puasa Ramadhan, dan sistem peradilan, diformalkan dan dilaksanakan secara luas pasca-Hijrah. Ini membentuk kerangka hukum yang kuat yang mendasari kehidupan umat, semua berpijak pada tauhidullah.
4. Pengembangan Dakwah dan Jihad:
Hijrah memungkinkan dakwah Islam meluas ke berbagai kabilah dan wilayah, bukan lagi sembunyi-sembunyi. Bahkan, perintah jihad untuk mempertahankan diri dan menyebarkan risalah tauhid mulai diturunkan, menjadikan Islam kekuatan yang disegani. Jihad dalam makna yang benar adalah perjuangan untuk menegakkan kalimatullah, melindungi umat, dan membuka jalan bagi tersebarnya tauhid.
Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. At-Taubah: 20)
Ayat ini menunjukkan sinergi antara iman, hijrah, dan jihad sebagai pilar utama kejayaan Islam, yang semuanya bermuara pada penguatan aqidah tauhid.
Esensi Hijrah Hari Ini
Esensi Hijrah bagi perkembangan Islam adalah perubahan fundamental dari kondisi yang lemah menjadi kuat, dari keterpecahan menjadi persatuan, dari penyembahan berhala menjadi tauhid murni, dan dari dakwah individu menjadi peradaban yang berdaulat. Ini adalah sebuah 'mindset shift' atau pergeseran paradigma total dalam segala aspek kehidupan, demi meraih ridha Allah.
Bagi kita umat Islam hari ini, semangat Hijrah Nabi mengajarkan bahwa perkembangan agama Islam membutuhkan:
Perubahan (Hijrah) mindset: Dari pasif menjadi aktif dalam berdakwah.
Perubahan perilaku: Dari maksiat menuju taat, dari akhlak buruk menuju akhlak mulia.
Perubahan strategi: Dari cara-cara lama yang mungkin tidak efektif, menuju inovasi yang relevan untuk menegakkan syiar Islam di era modern.
Persatuan umat: Ikatan iman harus lebih kuat dari sekat-sekat duniawi.
Para ulama kontemporer sering mengingatkan kita bahwa Hijrah hakikatnya adalah transformasi diri dan lingkungan menuju kondisi yang lebih baik, yang memungkinkan tegaknya nilai-nilai Islam dan tauhid dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan bernegara.
Marilah kita jadikan semangat Hijrah ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan agama Allah, dimulai dari diri kita sendiri, keluarga kita, hingga masyarakat luas. Dengan demikian, kita akan menjadi bagian dari mata rantai perjuangan menegakkan kalimat tauhid, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi kita yang mulia.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.