Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Assalamualaikum

Admin 03 Oct 2023 Warta Istiqlal

Oleh : H. Djamalullail, M.Pd.I

 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh adalah ucapan salam lengkap yang bernilai ibadah ketika bertemu dengan orang lain hukum mengucapkannya adalah sunnah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam : apabila kalian menemuinya ucapkanlah salam kepadanya..." (HR.Muslim)

Sedangkan hukum menjawab salam adalah wajib sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An Nisa ayat 86,

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا

Artinya : "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An-Nisa ayat 86)

Mengucapkan dan membalas salam di antara sesama muslim, merupakan amalan ringan yang kini sudah sangat memudar dan jarang ditemui lagi di kalangan masyarakat. Padahal dengan menebarkan salam (ifsyaus salaam), akan menumbuhkan rasa saling cinta di antara sesama muslim biarpun tidak saling mengenal.

Adapun Al-ifsya dari segi bahasa berarti menampakkan, menyiarkan atau menyebarkan. Hukum menyebarkan salam adalah sunnah mu'akkadah dan merupakan salah satu hak dari hak-hak yang harus dipenuhi oleh seorang muslim kepada saudaranya yang sesama muslim.
 
Di antara keutamaan dan manfaat menebarkan salam:

1. Memperoleh berkah bagi pihak memberi salam dan yang menerimanya

Dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadaku, "Wahai anakku, apabila engkau memasuki rumah keluargamu, maka ucapkanlah salam, niscaya itu akan menjadi bagi engkau dan keluargamu." Menebarkan nama Allah Ta'ala di antara manusia dan menghidupkan Sunnah Nabi kita, Muhammad SAW.

As-Salam artinya memohon perlindungan dan penjagaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud radhiyalahu'anha bahwa sesungguhanya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"As-Salam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah. Allah meletakkannya di muka bumi, maka tebarkanlah salam di antara kamu, karena sesungguhnya seorang muslim apabila ia berlalu pada suatu kaum, lalu ia memberi salam kepada mereka, ia memperoleh satu derajat keutamaan di atas mereka dengan mengingatkan salam kepada mereka. Dan jika mereka tidak menjawabnya, niscaya akan dijawab oleh yang lebih baik dan lebih harum".

Ada pula yang mengatakan artinya " Selamat (yakni semoga Allah selalu memberikan keselamatan kepada engkau) dan rasa aman dari segala pengkhianatan dan penipuan.

2. Dapat menyempurnakan iman

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam bersabda; "Tiga perkara yang barangsiapa menyempurnakannya, niscaya ia telah menyempurnakan iman:
(1) Intropeksi terhadap dirimu.
(2) Menebar salam.
(3) Berinfak di saat sulit.

Merupakan salah satu sifat malaikat yang deket kepada Allah SWT dan para hamba-Nya yang bertakwa,

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ (24) اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ (25)

Artinya : “Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.” (QS. Adz- Dzariyat : 24 - 25).

3. Kunci untuk membuka banyak hati manusia

Salah satu sarana untuk mempererat persatuan kaum muslimin, tersebarnya kecintaan dan kasih sayang di antara mereka, dan menghilangkan kedengkian dan kebencian dari dalam hati mereka. Sebab, ia adalah kunci untuk membuka banyak hati manusia.

Dengan demikian salam adalah jalan menuju kecintaan. Sedangkan kecintaan adalah jalan menuju keimanan, dan keimanan adalah jalan menuju surga.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَدْ خُلُُونَ الْجَنَّةَ هَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَأَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْْتُمْ؟ أَفْشُوا السََّلاَمَ بَيْْنَكُمْ

Artinya : “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian." (HR. Muslim No.54)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, dalam hadis ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35)

Ucapan salam 'Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhuh'merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta. Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin, serta menampakkan syi’ar mereka yang berbeda dengan para pemeluk agama lain.

4. Melaksanakan perintah Allah Ta'ala. 

Sebab hal itu merupakan puncak kebahagiaan manusia dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Allah Ta'ala berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran.” (QS. An-Nur : 27).

5. Memberikan rasa dengki bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang yang dimurkai Allah

Berdasarkan riwayat dari Aisyah radhiyallahu'anhu. bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang membuat kaum Yahudi merasa dengki/iri kepada kalian, seperti mereka iri kepada kalian atas ucapan salam dan amin."

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.