Kajian Kitab "Asa Musa" karya Syekh Badiuzzaman Said Nursi
Oleh: Dr. KH. Mahkamah Mahdin, Lc., M.A.
Di tengah kesibukan mengejar urusan duniawi, manusia sering kali merasa kehabisan waktu. Dari 24 jam modal kehidupan yang Allah berikan setiap harinya, tidak sedikit dari kita yang mengeluh sulit untuk konsisten menunaikan shalat lima waktu. Padahal, jika dikalkulasikan, akumulasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh shalat fardhu sejatinya tidak lebih dari satu jam.
Dalam kajian Hawamisy di Masjid Istiqlal, Dr. KH. Mahkamah Mahdin, Lc., M.A. membedah petuah berharga dari ulama ternama asal Turki, Syekh Badiuzzaman Said Nursi, yang tertuang dalam karyanya Asa Musa (Tongkat Nabi Musa). Kajian ini menyoroti betapa ruginya manusia yang mengabaikan investasi waktu satu jam untuk shalat, serta dampaknya bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Menjadikan Modal Waktu untuk Meraih Akhirat
Beliau mengingatkan bahwa waktu 24 jam yang dimiliki setiap manusia setiap hari adalah modal utama dari Allah SWT untuk mencari kebahagiaan yang hakiki. Hal ini berlandaskan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Qasas ayat 77:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi..." (QS. Al-Qasas: 77)
Kiai Mahkamah Mahdin menjelaskan, sangat tidak masuk akal sehat jika seseorang menghabiskan 23 jam sisanya penuh untuk keperluan dunia, namun enggan menyisihkan 1 jam saja untuk menunaikan shalat lima waktu demi keselamatan akhiratnya.
Dampak Mengabaikan Waktu untuk Shalat
Apabila seseorang enggan mengalokasikan 1 jam tersebut untuk shalat, 3 dampak negatif yang akan dirasakan bukan hanya di akhirat, melainkan juga secara psikologis dan spiritual saat hidup di dunia:
- Hati Menjadi Keras dan Jiwa Gelap: Mengabaikan shalat membuat batin terasa keruh, jiwa menjadi gelap, dan pada akhirnya memicu akhlak yang buruk.
- Kehidupan Terasa Monoton dan Membosankan: Tanpa adanya ikatan ibadah shalat, rutinitas harian yang dijalani akan terasa menjenuhkan sebab kehilangan makna yang bernilai.
- Gagal Mengambil Hikmah dari Ujian: Ketika tertimpa cobaan atau musibah hidup, orang yang meninggalkan shalat sulit untuk mengambil pelajaran (ibrah) yang bisa mendewasakan jiwanya.
Keajaiban Mendirikan Shalat
Jika seseorang dengan konsisten menyisihkan 1 jam sehari untuk mendirikan shalat lima waktu, kebaikan luar biasa akan mentransformasi seluruh waktunya:
- Mengubah Waktu Fana Menjadi Abadi: Waktu bekerja yang sifatnya sementara (fana) berubah menjadi tabungan pahala yang bersifat kekal abadi (baqa’).
- 23 Jam Sisanya Berubah Jadi Nilai Ibadah: Keberkahan dari 1 jam shalat akan "menulari" 23 jam lainnya. Aktivitas bekerja, mencari nafkah, hingga menghadapi musibah harian akan dikategorikan sebagai nilai ibadah di sisi Allah SWT.
- Pelebur Dosa dan Pelipur Lara: Shalat 1 jam tersebut berfungsi sebagai penebus kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan di 23 jam sisanya, sekaligus mengikis rasa putus asa dari dalam hati.
Analogi Perbandingan Risiko
Syekh Said Nursi memberikan analogi yang sangat kaya makna mengenai logika berpikir manusia:
- Banyak orang rela mempertaruhkan 50% hartanya demi membeli kupon lotre/judi yang peluang menang keberhasilannya hanya 1 dari 1.000 (0,1%).
- Namun, orang yang sama sering kali enggan mengorbankan 1 jam dari 24 jam waktunya (sekitar 4%) untuk sholat, padahal peluang keberhasilan mendapatkan harta kekal di akhirat dijanjikan sebesar 999 dari 1.000 (99,9%) bagi orang beriman yang meraih husnul khatimah.
Kepastian janji kemenangan ini telah ditegaskan oleh para nabi, rasul, serta dibenarkan oleh para wali dan ulama sepanjang sejarah.
Keimanan Membangun Ketertiban
Di akhir ceramahnya, Kiai Mahkamah Mahdin menyampaikan bahwa mengatur dan membina 1.000 orang beriman yang taat shalat jauh lebih mudah daripada mengatur 10 orang yang tidak pernah shalat dan tidak takut pada larangan agama. Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi keimanan yang menciptakan ketenangan jiwa, ketertiban sosial, dan keberkahan hidup.
Saksikan selengkapnya di sini. (ASMA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.