Foto: Dok. Media Istiqlal

Hawamisy Istiqlal: Alasan Al-Qur'an Jadi Mukjizat Tak Tertandingi Sepanjang Zaman

28 Sep 2026

Kitab Al-Wadih fi Ulumil Qur'an karya Syekh Dr. Mustafa Daib Al-Bugha dan Syekh Muhyiddin Daib Al-Mistu

Oleh: KH. A. Muzakkir Abdurrahman, Lc., M.A.

Al-Qur'anul Karim merupakan kitab suci yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yang memiliki sifat kekal abadi. Para ulama sepakat bahwasanya Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar yang pernah diberikan kepada Rasulullah ﷺ. Jika dibandingkan dengan mukjizat para nabi dan rasul sebelumnya, Al-Qur'an merupakan mukjizat yang tidak tertandingi dan paling agung. Sebagai kitab penutup bagi kitab-kitab samawiyah (kitab-kitab langit), Al-Qur'an menjadi petunjuk, hidayah, serta bukti belas kasih Allah bagi semesta alam.

Petunjuk Paling Lurus dan Kabar Gembira

Eksistensi Al-Qur'an di muka bumi akan terus menjadi pedoman utama bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Keutamaan Al-Qur'an sebagai petunjuk yang tidak ada tandingannya ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

إِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا

“Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra': 9)

Melalui ayat ini, Al-Qur'an tidak hanya menjadi petunjuk hidup yang paling lurus, tetapi juga membawa kabar gembira (bisyarah) berupa ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah bagi siapa saja yang beriman dan beramal saleh.

Bukti Keagungan dan Kemukjizatan Al-Qur'an

Keautentikan Al-Qur'an sebagai wahyu Ilahi dibuktikan dengan tantangan Allah SWT kepada seluruh makhluk—baik manusia maupun jin—untuk membuat satu tandingan yang serupa dengan Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

“Katakanlah: 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.'” (QS. Al-Isra': 88)

Tantangan ini menunjukkan bahwa tiap kata dan huruf dalam Al-Qur'an mengandung hikmah yang luar biasa. Keindahan susunan kata serta keagungan sajaknya diakui oleh para sastrawan hebat sepanjang masa.

Nama dan Sifat Al-Qur'an

Banyaknya nama dan sifat Al-Qur'an di dalam ayat-ayat-Nya menggambarkan betapa agungnya kitab suci ini:

  1. Al-Ruh (Pemberi Kehidupan): Al-Qur'an mampu menghidupkan dan membimbing jiwa manusia menuju kehidupan yang lebih baik.


وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami.” (QS. Ash-Syura: 52)

  1. Nur (Cahaya Penerang): Al-Qur'an menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup dan memberikan jernihnya pemikiran.


قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ

“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.” (QS. Al-Ma'idah: 15)

  1. Al-Hadi (Pemberi Petunjuk): Membimbing manusia menuju jalan yang paling tepat dan lurus.
  2. Al-Haq (Kebenaran Mutlak): Kebenaran yang tidak dapat digoyahkan oleh kebatilan dari arah manapun.


وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ ۝ لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ

“Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya.” (QS. Fussilat: 41–42)


 

Peran Al-Qur'an dalam Kehidupan Muslim dan Berbangsa

Al-Qur'an tidak hanya memuat arahan akidah dan ibadah, tetapi juga mencakup pembentukan akhlak mulia dan penataan sosial bermasyarakat. Salah satunya adalah kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

“Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Selain akhlak individual, Al-Qur'an juga memberikan kunci keberkahan bagi suatu negeri atau bangsa. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A'raf: 96)

Keberkahan suatu bangsa sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat dan para pemimpinnya memegang teguh iman, takwa, serta kejujuran amanah sesuai tuntunan Al-Qur'an.

Quotes dan Renungan Hikmah Pembicara

Di akhir kajian, KH. A. Muzakkir Abdurrahman menyampaikan sebuah kaidah hikmah yang sangat mendalam terkait pentingnya kembali pada ajaran generasi awal (Al-Qur'an dan Sunnah):

"لاَ يَصْلُحُ آخِرُ هٰذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا"

(Laa yashluhu aakhiru haadzihil ummati illaa bimaa shaluha bihi awwaluhaa)

"Tidak akan pernah menjadi baik generasi akhir umat ini, melainkan dengan cara yang telah membuat baik generasi awalnya."

Maknanya: Suatu komunitas, bangsa, atau peradaban tidak akan dapat meraih kedamaian dan kemuliaan jika landasan perbaikannya tidak merujuk pada prinsip yang dibawa Rasulullah ﷺ dan para sahabat, yaitu menjaga nilai-nilai Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk tidak hanya sebatas membaca Al-Qur'an, tetapi juga berusaha memahami nilai-nilainya dan mengaplikasikannya dalam interaksi sehari-hari. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, diharapkan tercipta masyarakat yang berakhlak mulia dan berkarakter Qur'ani.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.