Oleh: Prof. Dr. Amru Al Wardani
Amru Al Wardani menyampaikan Kajian Qobla Jum’at yang mengupas makna Hadist Jibril yang dikenal oleh para ulama sebagai Ummus Sunnah, karena merangkum seluruh ajaran pokok Islam. Sebagaimana Surah Al-Fatihah disebut Ummul Kitab karena menghimpun seluruh makna dalam Al-Qur’an.
Hadist Jibril juga menggambarkan peristiwa Malaikat Jibril datang dalam rupa manusia dan berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tanpa tanda-tanda musafir lalu duduk di hadapan Rasulullah SAW layaknya seorang murid yang bertasyahud, dan mulai bertanya tentang iman, islam, dan ikhsan. Peristiwa ini, menurut Prof. Amru, bukan sekedar dialog tanya jawab, melainkan metode pendidikan yang menegaskan adab belajar, kedudukan ilmu, dan proses transfer nilai.
Prof. Amru menegaskan bahwa, hadist Jibril mengajarkan tiga tujuan utama kehidupan manusia. Pertama adalah iman, sebagai fondasi penghambatan total kepada Allah SWT. Kedua adalah Islam, sebagai tuntunan untuk membangun dan memakmurkan peradaban (al-umran). Ketiga adalah Ikhsan atau takziyah, yakni proses penyucian dan pendalaman spiritual diri agar iman benar-benar menggerakkkan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Anak muda saat ini khawatir dengan masa depannya. Melihat bagaimana mengelola masa depan terkait dengan penghasilan. iman terhadap hari akhir, iman terhadap terhadap neraka surga.
Menurutnya, iman kepada akhirat bukan sekadar konsep teologis, melainkan instrumen penting dalam membangun motivasi hidup. Keimanan itulah yang menjaga manusia untuk terus bersama Allah SWT dalam setiap fase kehidupan.
Prof. Amru mengingatkan sebuah hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan, “Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah dan nikmatilah.” Hadis ini dimaknai sebagai ajakan untuk menghadiri majelis ilmu dan dzikir, yang menjadi ruang penyubur iman dan penenang jiwa di tengah kegelisahan zaman.
Lebih lanjut, ia menyoroti Bagaimana zakat menjadi instrumen yang jenius, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial. Bagaimana dengan zakat ini tidak akan lagi ada orang fakir.
Poin terakhir yang disampaikan, jangan sampai nilai-nilai kita timpang. Jadi nilai-nilai yang tadi semestinya menjadi dasar dari perilaku, dan sikap kita.
Menutup kajiannya, Prof. Amru mengajak umat Islam untuk tidak rela berada pada standar spiritual yang rendah. Nilai-nilai iman, Islam, dan Ikhsan harus menjadi fondasi sikap dan perilaku, bukan sekedar konsep. (VISCHA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.