Foto: Dok. Media Istiqlal

Fitnah: Racun Toleransi yang Harus Diwaspadai

Muhammad Rizki Putra Ramadhan 24 Jul 2026 Warta Istiqlal

Fitnah merupakan salah satu ancaman terbesar bagi terwujudnya kehidupan yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat. Al-Qur'an bahkan memberikan peringatan tegas mengenai bahaya fitnah melalui firman Allah SWT: 

وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ 

Artinya: "Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan" (QS. Al-Baqarah [2]: 191).

Ayat ini menunjukkan bahwa fitnah bukan sekadar ucapan bohong, tetapi dapat menghancurkan kehormatan, kepercayaan, bahkan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menjelaskan bahwa fitnah menjadi salah satu bentuk ujaran kebencian (Religious Hate Speech) yang berpotensi memicu konflik horizontal. Bentuknya dapat berupa penyebaran berita bohong, penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, provokasi, hingga hasutan yang menyasar individu, kelompok, maupun institusi. Di era digital, penyebaran fitnah semakin mudah dilakukan sehingga dampaknya pun semakin luas.

Dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia, fitnah tidak hanya merugikan korban secara pribadi, tetapi juga dapat membakar sentimen agama, suku, maupun golongan yang berujung pada perpecahan. Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi serta senantiasa mengedepankan tabayyun sebelum mempercayai sebuah kabar.

Menjaga lisan dan bijak menggunakan media menjadi bagian penting dalam merawat toleransi dan persatuan. Dengan menghindari fitnah serta menjunjung tinggi kejujuran, masyarakat dapat menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghormati sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Sumber: Buku Nasionalisme Indonesia Oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.