Pemberdayaan Umat BPMI (Bidsosdaum) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Keluarga dengan mengusung tema “Penguatan Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Spiritualitas Keluarga Menanamkan Moderasi Beragama dari Rumah”, di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Kegiatan ini dilangsungkan dalam rangka memaksimalkan peran Bidsosdaum BPMI menyediakan sarana pembinaan bagi keluarga muslim, sehingga dapat menjadi keluarga yang sejahtera dan berakhlak, dan orangtua dapat menjadi teladan serta pendidik utama dalam keluarga.
“Tentang keluarga dan spiritualitas keluarga, peran untuk mendidik masyarakat, terlebih dikaitkan dengan moderasi beragama itu merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Prof. Dr. Amany Lubis, MA.
Karena sejatinya Allah subhanahu wata’ala dalam QS. Al Hujurat ayat 13, memberi jaminan bahwasanya perempuan dan laki-laki memiliki tingkat yang setara, selagi mereka bertakwa.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (QS. Al-Ḥujurāt [49]:13)
Adapun mengenai keluarga yang tangguh, Prof Amany juga mengingatkan pentingnya kolaborasi peran orangtua (Ayah dan Ibu) dalam memberikan konsumsi yang halal bagi anak, dan senantiasa memberikan nasihat yang baik mengenai hal-hal yang dianjurkan agama.
“Nasihat itu wajib, sebagaimana hadist Rasulullah SAW الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ , Agama adalah nasihat. Nasihat juga perlu disampaikan oleh kedua orangtua, baik ayah dan Ibu. Jangan hanya Ibu saja, peran ayah juga penting untuk menasihati anak,” terang Prof. Amany.
Hal tersebut tertera dalam hadits ketujuh dari Hadits Arbain An-Nawawiyyah,
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim)
Dalam hal menanamkan moderasi beragama, Prof. Amany juga mengingatkan kepada orangtua untuk memenuhi hak-hak anak dan terus mencontohkan hal-hal baik. “Ketahui dan penuhi hak-hak anak, perhatikan langkahnya dan berikan tauladan yang baik. Orangtua juga perlu memperlihatkan sinergi kerjasama, saling tolong menolong.”
“Bapak Ibu jangan saling mencela, jangan juga mencela orang lain di hadapan anak, contohkan anak berbagi kepada sesama, ada tetangga muslim dan agama lain diperlakukan baik semua, sehingga anak bisa mencontoh hal-hal yang moderat,” lanjut Prof. Amany.
“Moderat itu persoalan mengalah, tapi bukan mengalah mengenai akidah dan syariat. Namun mengalah yang menimbulkan toleransi, dan kedamaian hati,” tegas Prof. Amany.
Setelah mengupayakan yang terbaik untuk tumbuh kembang anak, Prof. Amany juga mengingatkan untuk meluaskan kesabaran tanpa batas dan terus berdoa memohon perlindungan dan penjagaan Allah bagi sang anak, sehingga mereka senantiasa tumbuh menjadi hamba Allah yang kokoh menjaga imannya dan bertakwa.
“Jangan lupa terus berdoa. Kita tidak bisa merasa sudah melakukan yang terbaik untuk anak, lalu kita yakin anak akan menjadi baik, karena pergaulan dan zaman punya pengaruh dalam kehidupan anak. Maka kita terus berdoa kepada Allah agar anak senantiasa dalam penjagaan Allah, senantiasa selamat dari keburukan, bisa menjadi wasilah kebaikan di akhirat,” terang Prof. Amany.
Untuk diketahui, kegiatan ini turut dihadiri Kabidsosdaum KH Abu Hurairah Abd. Salam, Kabid Diklat KH Mulawarman Hannase, dan 100 peserta dari majelis taklim, perwakilan organisasi masyarakat MUI, Muhammadiyah dan NU. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.