Foto: Dok. Media Istiqlal

Ulama Besar Al-Azhar Ungkap Tantangan Global dalam Dialog Lintas Agama

Admin 10 Feb 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Ulama besar Al-Azhar Prof. Dr. Syekh Muhammad Abdus Shamad Muhanna menyatakan bahwa manusia akan kehilangan spiritualnya ketika ajaran-ajaran agama ditolak. Gerakan pengingkaran agama dalam balutan atheisme berkembang marak di Barat, mengunggulkan aspek materi hingga melahirkan modernisme.

“Problem utama adalah munculnya pengingkaran terhadap warisan teks-teks agama sehingga merebak paham atheisme,” ujar Syekh Muhanna, sapaan akrab beliau dalam acara Dialog Lintas Agama, di Masjid Istiqlal pada Jumat, 7 Februari 2025.

Hal ini sudah terbukti terjadi di Barat ketika orang-orang Eropa pada era renaissance. Penolakan mereka terhadap teks-teks ajaran agama (Kristen) menandai era baru bangsa Eropa, yaitu era modernisme.

Peralihan pandangan yang dipantik oleh gerakan penolakan hal-hal yang berbau religi di Eropa tersebut, menurut Mantan Penasihat Grand Syekh Al-Azhar urusan hubungan internasional itu, melahirkan kontradiksi yang membelah dunia menjadi dua, yakni Barat dan Timur.

“Statemen dari penulis Inggris, Rudyard Kipling bukan hanya membelah Barat dan Timur secara intelektual, spiritual dan kebudayaan saja, tetapi juga menjalar ke pola hubungan internasional dalam aspek politik, ekonomi dan sosial yang sering berujung pada konfrontasi daripada kolaborasi,” ujar beliau.

Syekh Muhanna dengan jelas mengutip pernyataan Rudyard Kipling bahwa Timur adalah Timur dan Barat adalah Barat. Keduanya tidak akan pernah bertemu selamanya.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa peradaban yang dibangun di atas nilai-nilai materialisme itu menjatuhkan harkat kemanusiaan di level terendahnya. Manusia dicerabut dari aspek spiritualnya, filsafat menggantikan ajaran agama, dan hukum-hukum positif menggeser aturan-aturan yang berlaku di dalam kitab-kitab suci.

“Padahal agama akan menjadi solusi bagi permasalahan dunia bila ajaran-ajaran luhurnya dipahami secara benar,” ungkap beliau.

Syekh Muhanna menambahkan bahwa perjuangan menyebarkan nilai-nilai perdamaian, toleransi dan hidup damai bersama saat ini tidaklah mudah. Tantangan besar di depan mata adalah menghadapi pihak-pihak yang ingin menguasai dan mengontrol dunia.

Selain itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Al-Azhar itu juga menyampaikan bahwa masalah ancaman nuklir dari negara-negara kuat dan krisis kemanusiaan seperti kelaparan dan penjajahan sebagaimana yang terjadi di Gaza, juga menjadi tantangan dari isu-isu dialog umat manusia yang saat ini digalakkan.

Oleh sebab itu, Syekh Muhanna mengingatkan kepada pemuka agama agar meneguhkan poin-poin penting yang tercantum dalam Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad At-Tayeb dan Paus Fransiskus dari Vatikan.

Syekh Muhanna menjelaskan bagaimana harkat dan martabat manusia—apa pun agama dan latar belakang budaya dan etnisnya—sangat dihormati dan dijunjung tinggi dalam Islam. Hal itu beliau sampaikan dengan tegas di hadapan seluruh peserta acara Dialog Lintas Agama yang merupakan utusan dan tokoh dari berbagai agama di Indonesia.

Dalam dialog lintas agama tersebut, Syekh Muhammad Abdus Shamad Muhanna menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. atas pertemuan penting dengan para tokoh agama.

Turut hadir dalam acara dialog tersebut antara lain Romo Antonius Suyadi dari Keuskupan Agung Jakarta Katedral, Dr. Martin Lukito Sinaga, Pendeta Kristen Protestan sekaligus dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta, Imam Yahya Sergio Yahe Pallavicini, tokoh terkemuka dalam hubungan Eropa dengan dunia Muslim sekaligus imam Masjid Al-Wahid di Milan, Italia, serta Dr. TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, selaku Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Acara dialog lintas agama ini berjalan dengan lancar dipandu oleh Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban, Lc., MA., Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.

Sumber: https://sanadmedia.com/berita/ulama-besar-al-azhar-ungkap-tantangan-global-dalam-dialog-lintas-agama/ 

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.