Ada kalanya kita pernah sekali mengagumi sebuah karya khususnya film. Semuanya tampak begitu nyata hingga membuat kita percaya bahwa itulah kenyataannya. Namun, di balik layar, tidak sedikit yang sebenarnya hanyalah dekorasi, efek visual, dan ilusi yang dirancang sedemikian rupa.
Dalam bukunya Moderasi Beragama Dan Tantangan Masa Depan Umat, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Warner Bros. Studio di Amerika Serikat. Di sana, rumah-rumah yang terlihat mewah ternyata hanya terbuat dari triplek yang dicat, sementara air terjun dan hutan yang tampak alami hanyalah bagian dari dekorasi film. Semua dibuat begitu meyakinkan hingga sulit dibedakan dengan kenyataan. Kunjungan tersebut mengingatkan sebuah ayat dalam Al-Quran:
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Qs al-Hadid [57]: 20).
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan juga sering menghadirkan hal serupa. Tidak semua yang tampak indah benar-benar mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Di era media sosial, seseorang dapat terlihat bahagia, sukses, atau hidup serba berkecukupan, padahal kenyataan yang dialaminya bisa saja berbeda.
Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak mudah menilai sesuatu hanya dari apa yang terlihat. Penampilan dapat memikat mata, tetapi hati dan akhlaklah yang menunjukkan nilai seseorang. Dengan cara pandang tersebut, kita diingatkan untuk lebih bijak dalam melihat kehidupan dan tidak mudah terkecoh oleh apa yang hanya tampak di permukaan.
Sumber: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.,
Moderasi Beragama dan Tantangan Masa Depan Umat
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.