Ketika mendengar kata silaturahim, banyak orang langsung membayangkan momen berkumpul bersama keluarga atau berkunjung ke rumah kerabat. Padahal, makna silaturahim dalam Islam jauh lebih luas. Silaturahim bukan hanya tentang bertemu, tetapi juga menjaga hubungan dengan kasih sayang dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Dalam bukunya Silaturahim Bukan Sekedar Bertamu, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menjelaskan bahwa kata silaturahim berasal dari dua kata, yaitu shilah yang berarti menyambung dan rahim yang bermakna kasih sayang. Dari makna tersebut, silaturahim menjadi upaya menyambung hubungan yang dilandasi kepedulian dan rasa saling menyayangi.
Allah SWT juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan tersebut dalam firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Artinya: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.143) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga silaturahim merupakan bagian dari ketakwaan kepada Allah SWT. Menurut Prof. Nasaruddin Umar, silaturahim tidak hanya diwujudkan dengan berkunjung ke rumah saudara. Membantu sesama, menjaga komunikasi, memberikan doa, hingga menghadirkan manfaat sesuai kemampuan juga merupakan bentuk silaturahim yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital, cara bersilaturahim memang berubah. Kehadiran media sosial dan teknologi komunikasi membuat jarak bukan lagi penghalang untuk saling menyapa. Namun, nilai utama silaturahim tetap sama, yaitu menjaga kasih sayang, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.(RZI/Humas Media Masjid Istiqlal)
Sumber: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.,
Menelisik Hakikat Silaturahim
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.