Rektor Universitas Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) Indonesia yang dinilai berhasil menjadi inspirasi bagi sejumlah negara dalam mengembangkan pendidikan dan kaderisasi ulama.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi kerja sama antara PKUMI dan Universitas Al-Azhar, Kamis (29/10/2026), pukul 10.00–12.00 waktu Kairo.
“Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal Indonesia merupakan inisiatif yang sangat baik dan telah menginspirasi banyak negara. Sejumlah negara bahkan mulai mengembangkan kerja sama pendidikan kader ulama dengan Al-Azhar setelah melihat keberhasilan program PKUMI,” ungkap Mahmoud Seddik.
“Seharusnya Pendidikan Kader Ulama seharusnya digagas oleh Universitas Al Azhar, tapi gagasan brillian tersebut justru dilahirkan oleh Indonesia melalui Masjid Istiqlal. Utamanya Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP), ini adalah program pertama pertama dan satu-satunya di dunia. Al Azhar harus berlajar dengan Masjid Istiqlal”, ungkapnya. 29/10/2026.
Menurutnya, PKUMI memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam mempersiapkan generasi ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama, wawasan internasional, serta komitmen terhadap nilai-nilai Islam moderat.
Mahmoud Seddik juga menyampaikan kesiapan Universitas Al-Azhar memperluas kerja sama akademik dengan PKUMI, termasuk menjajaki penyelenggaraan program gelar ganda (double degree).

“Kami sangat terbuka untuk mengembangkan bentuk kerja sama baru dengan PKUMI, termasuk peluang program double degree, penguatan penelitian, dan pengembangan pendidikan ulama. Kerja sama ini diharapkan semakin mempererat hubungan keilmuan antara Mesir dan Indonesia,” tegasnya.
Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., menyambut positif apresiasi dan komitmen tersebut. Menurutnya, pengakuan Al-Azhar menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan kader ulama Indonesia.
“Apresiasi Rektor Al-Azhar menunjukkan bahwa pendidikan kader ulama yang dikembangkan Indonesia memiliki kontribusi penting bagi dunia Islam. Kami berharap kerja sama ini semakin berkembang, khususnya melalui program akademik, penelitian bersama, dan kemungkinan penyelenggaraan double degree,” ujar Ahmad Thib Raya.
Ia menegaskan, kaderisasi ulama harus melahirkan intelektual Muslim yang menguasai khazanah keislaman sekaligus mampu menjawab tantangan peradaban global.
Sementara itu, Koordinator Devisi Keuangan PKUMI Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menilai pertemuan tersebut menjadi momentum strategis memperluas diplomasi akademik dan internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.
“Kerja sama PKUMI dengan Al-Azhar membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penerima tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu menghadirkan model pendidikan ulama yang menginspirasi dunia” jelas Aras.
Audiensi tersebut sekaligus memperkuat hubungan akademik Indonesia–Mesir dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam pendidikan, penelitian, serta pengembangan kader ulama berwawasan global.
Sumber: surau.id
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.