Foto: Dok. Media Istiqlal

Buka IPLS 2026, KH Nasaruddin Tegaskan Perlindungan Data Pribadi Merupakan Upaya Jaga Martabat Kemanusiaan

Nurul Fajriyah 20 Oct 2026

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, membuka kegiatan Indonesia Privacy Leader Summit (IPLS) 2026, di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema "Faith, Data and Dignity: Religious Leadership and the Commitment to Personal Data Protection in Indonesia", forum ini menjadi momentum penting yang mempertemukan kepemimpinan keagamaan dengan komitmen perlindungan data pribadi di Indonesia.

Dalam keynote speech-nya, KH Nasaruddin Umar memberikan penjelasan mendalam dengan mengorelasikan konsep perlindungan data pribadi melalui pendekatan kitab suci Al-Qur'an, khususnya Surah An-Nur ayat 27 s.d. 28,

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فِيهَآ أَحَدٗا فَلَا تَدۡخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤۡذَنَ لَكُمۡ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرۡجِعُواْ فَٱرۡجِعُواْ ۖ هُوَ أَزۡكَىٰ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ

Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

KH Nasaruddin menafsirkan kata "rumah" (buyut) dalam ayat tersebut tidak hanya secara harfiah sebagai bangunan fisik, melainkan mencakup data pribadi, ruang privat, serta segala bentuk kepemilikan individu yang bersifat rahasia dan tidak bisa semena-mena dijelajahi.

Lebih lanjut, perlindungan data pribadi juga merupakan cerminan dari penghormatan terhadap martabat kemanusiaan hifzh al-'irdh yang sangat dijunjung tinggi dalam ajaran agama.

Pemahaman mengenai keamanan data juga harus berlandaskan nilai-nilai keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Dan pelanggaran terhadap privasi seseorang di dunia digital menjadi bentuk pelanggaran etika moral dan nilai-nilai keimanan.

Melalui momentum IPLS 2026 ini, KH Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen pimpinan keagamaan (religious leaders), regulator, dan pelaku industri teknologi untuk bersama-sama meletakkan fondasi etika dan moralitas dalam menjaga keamanan data masyarakat.

Kegiatan IPLS 2026 ini diharapkan mampu melahirkan landasan kolaborasi yang kuat antara regulator, tokoh agama, pelaku industri digital, dan masyarakat luas dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang aman, beretika, dan bermartabat.masyarakat Indonesia.

Editor
Muh. Asdar

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.