Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) bekerjasama dengan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, menyelenggarakan kegiatan Seminar Internasional dan Multaqa bersama Habib Ali Zainal Abidin Al Juffry, di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (24/8).
Diselenggarakan di Ruang VIP Masjid Istiqlal, kegiatan ini turut dihadiri Syaikh Prof Dr. Idris Al-Fasi Al-Fihri, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Habib Jindan bin Novel bin Jindan, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan, Direktur PKUMI Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, MA, dan para tamu undangan lainnya.
(3).png)
Mengangkat tema "Peran Para Ulama di Dalam Mengokohkan Moderasi, Menjalankan Agama dan Mengembalikan Dimensi Peradaban yang Islami", Habib Ali Al Juffry memaparkan limpahan ilmu yang diterjemahkan oleh Habib Jindan bin Novel bin Jindan.
Di dalam pesannya, Habib Ali Al Juffry mengatakan, bahwasanya moderasi beragama merupakan hal yang sudah disosialisasikan bertahun-tahun guna menghindari adanya paparan radikalisme, liberalisme atau pemahaman lainnya. "Dan (saya mengetahui) kita terus berupaya melawan radikalisme serta hal semacamnya, dan setiap kalian (peserta kegiatan) juga melewati jalan yang sama untuk memperjuangkan agama ini," ujarnya, di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta.
(8).png)
Dengan begitu, Habib Ali Al Juffry berpesan agar senantiasa bijaksana dalam merespon tindakan radikalisme, liberalisme atau semacamnya. "Sebagai ulama, kita jangan mudah terprovokasi untuk mengambil tindakan, atau (merespon dengan) reaksi gegabah dalam menanggapi hal radikalisme, liberalisme, ataupun yang semacamnya. Melainkan kita (perlu) dapat senantiasa menanggapi dengan langkah yang penuh kebijakan."
(5).png)
Terkait mengokohkan moderasi dan menguatkan peradaban islami, Habib Ali Al Juffry juga berpesan agar kita perlu memperhatikan rasa kemanusiaan pada diri seseorang agar menjadi manusia sejati, sebelum akhirnya mengokohkan cara mereka dalam beragama.
"Kepentingan kita saat ini adalah mengokohkan dan menguatkan kemanusiaan dalam diri seorang manusia sehingga dia bisa menjadi manusia sejati, sebelum akhirnya mengokohkan cara dia beragama. Sebab manusia itu adalah wadah untuk menjalankan nilai-nilai keagamaan. Sebagaimana apabila (sebuah) wadah terkontaminasi, maka susu (di dalam wadah tersebut) akan menjadi tidak layak untuk diminum," papar Habib Ali Al Juffry yang diterjemahkan pesannya oleh Habib Jindan bin Novel bin Jindan.
.png)
"Karenanya itu, kami selalu menekankan untuk menjalankan nilai-nilai kemanusiaan sebelum menjalani (nilai-nilai) keagaamaan," lanjut Habib Ali Al Juffry.
Berikutnya, Habib Ali Al Juffry juga berpesan agar para ulama dan pendakwah dapat senantiasa melibatkan kasih dan ketulusan dalam mensyiarkan ajaran agama. "Mendakwahi seseorang yang berbuat kafir atau maksiat, perlu dilibatkan kasih sayang dan keprihatinan kepada mereka, dan jika kita paham terkait arti moderasi dalam menjalankan agama dan dimensi peradaban yang benar, kita akan tahu tugas kita semua."

Saksikan keseluruhan kegiatan Seminar Internasional dan Multaqa bersama Habib Ali Zainal Abidin Al Juffry, secara daring melalui YouTube Channel Masjid Istiqlal TV di sini. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.