JAKARTA, www.istiqlal.or.id — Dalam rangka mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan Belanda yang memiliki sejarah panjang, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, H.E. Marc Gerritsen, bersama Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan pameran temporer bertajuk "Labbayk" di Dutch Corner, Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
"Indonesia dan Belanda punya rekam sejarah panjang, salah satunya yang terpenting ialah perihal haji dan umrah. Kami terima kasih kepada Kedubes Belanda yang telah berkontribusi pada mengingat hal itu," ujar Wamenhaj Dahnil dalam keterangannya.
Ke depannya, Dahnil juga berharap pameran tentang haji dan umrah bisa dilangsungkan di Asrama Haji, Bekasi. "Sehingga literasi haji itu bisa diperluas. Karena di sana anak-anak hingga dewasa melakukan praktik haji," tambahnya.
Dubes Marc Gerritsen menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang terjalin erat antara kedua belah pihak. Menurutnya, keberadaan Dutch Corner di Perpustakaan Masjid Istiqlal memberikan ruang yang sangat bermakna bagi pertukaran budaya serta memperkuat tali persahabatan antara Indonesia dan Belanda.
"Saya sangat mengapresiasi kerja sama yang hangat ini dan kesempatan untuk berkontribusi pada ruang yang menyediakan tempat bermakna bagi pertukaran budaya serta memperkuat hubungan antara kedua negara kita," ungkap Marc Gerritsen dalam sambutannya.
Menyoroti 15 Kisah Spiritual Umat Islam di Belanda
Pameran "Labbayk: Here I Am" membagikan kisah perjalanan spiritual umat Islam asal Belanda saat menunaikan ibadah umrah dan haji ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Melalui 15 potret pribadi dan narasi audio (yang dapat diakses via kode QR dalam bahasa Belanda), pameran ini merekam pengalaman emosional serta dampak mendalam ibadah tersebut terhadap kehidupan sehari-hari mereka sekembalinya ke Belanda.
Di tengah situasi geopolitik dan iklim sosial yang menantang terkait citra negatif Islamofobia di Belanda, pameran ini menawarkan perspektif alternatif. Kisah-kisah yang ditampilkan membuktikan bahwa perjalanan ibadah bukan sekadar ritual, melainkan sumber kekuatan batin, refleksi diri, serta ruang untuk mempererat hubungan antarmanusia dan Sang Pencipta.
Salah satu daya tarik utama dari pameran ini adalah hadirnya 3D Viewers, di mana pengunjung dapat menyaksikan dokumentasi foto analog perjalanan umrah yang diambil langsung pada Februari 2025, menampilkan keintiman serta ketenangan selama beribadah.
Sosok di Balik Pameran: Ebru Aydin
Karya pameran ini dikurasi oleh Ebru Aydin, seorang Muslimah Belanda keturunan Turki yang berprofesi sebagai sosiolog, fotografer, programmer, moderator, dan pendidik. Lewat sudut pandang sosiologisnya, Ebru berfokus membawa narasi tentang identitas, migrasi, serta posisi umat Islam yang sering kali kurang mendapat sorotan di masyarakat Belanda.
Selain pameran "Labbayk", koleksi di Dutch Corner Perpustakaan Masjid Istiqlal juga ditambah dengan pilihan buku-buku baru. Diharapkan ruang ini dapat terus menjadi wadah dialog interaktif, pertukaran budaya, dan sarana untuk saling memahami bagi para pengunjung Perpustakaan Masjid Istiqlal.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.