Foto: Dok. Media Istiqlal

Perayaan Shalat Idulfitri 1447 H di Istiqlal

Administrator 25 Mar 2026 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Merayakan 1 Syawal dengan penuh perenungan dan kebahagiaan, puluhan ribu jamaah memadati Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Idulfitri 1447 H secara kenegaraan, Sabtu (21/3/2026). Sejak subuh, jamaah sudah memadati Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, takbir sahut-menyahut dikumandangkan.

Pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 H di Istiqlal diselenggarakan Bersama Wakil Presiden RI, jajaran Menteri Indonesia Maju, para duta besar negara sahabat, dan tokoh bangsa lainnya.

Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan shalat id yaitu Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhadi Hasan, MA, M.Phil., Ph.D, dengan mengusung tema “Kemenangan Idulfitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”. Adapun Imam yang bertugas ialah Dr. KH. Ahmad Husni Ismail, MA dan Badal Imam: H. Ahmad Rofiuddin Mahfudz, SQ, M.Ag. Sementara itu, Bilal ialah Ust. Ustaz H. R. Harmoko, M.Pd, dan Ust. H. Ahmad Achwani, S.Ag.

Menyambut pagi yang dipenuhi lantunan takbir, tahmid dan tasbih, dalam khutbahnya, Prof. Noorhadi Hasan mengingatkan bahwa Ramadhan mendidik umat muslim untuk menjadikan Alquran sebagai petunjuk dan pembeda antara benar dan salah, sekaligus mendidik kita menyempurnakan ibadah, mengagungkan asma-Nya dan menumbuhkan rasa syukur mendalam tercermin dalam sikap hidup yang adil, penuh kasih saying dan membawa kemaslahatan bagi bersama.

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah ayat 185)

Hari raya Idulfitri, lantunan  tasbih dan tahmid yang menggema, bersahutan membahana memecah keheningan langit, diharapkan membawa hati dan jiwa kita semua pada rasa syukur riang gembira, bersalaman saling memaafkan. "Takbir, tasbih dan tahmid yang dikumandangkan, bukan sekedar suara yang bergema dari lisan, melainkan wujud syukur melaksanakan ibadah selama Ramadhan," terang Prof. Nurhadi.

Ramadhan juga menjadi pengingat akan perintah Allah subhanahu wata'ala dalam firman-Nya dalam QS. An-Nahl ayat 90,


۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat. (QS. An-Nahl: 90)

"Ayat ini menjadi kompas moral bagi tata Kelola kehidupan Bersama, kita semua dituntut untuk adil dalam memimpin, jujur dalam bekerja, dan Amanah dalam menjalankan tanggung jawab.Sesungguhnya suatu bangsa tidak hancur karena kemiskinan, melainkan seringkali lumpuh karena kejujuran dan Amanah. Hilangnya kejujuran dan Amanah menjadi sebab rusaknya akhlak," tegasnya.

Oleh karena itu Rasulullah SAw juga diutus untuk menyempurnakan akhlak, beliau SAW bersabda, "Innama bu'itstu li-utamMima makarimal akhlaq" (Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia) [HR. Al-Baihaqi & Ahmad]

"Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang benar-benar meraih kemenangan di hari yang mulia ini," pungkas Prof. Noorhadi. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.