Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Ngabuburead: Literate to Elevate dengan tema "Judi Online Ancaman Serius bagi Keluarga dan Masyarakat" di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya dihelat di Gramedia The Park Pejaten pada 11 Maret.
Dalam kegiatan ini, Kemenag menghadirkan Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta, Faiz Syukron Makmun atau yang akrab disapa Gus Faiz sebagai narasumber. Dalam ceramahnya, ia membahas dampak buruk judi online yang tidak hanya merusak ekonomi individu, tetapi juga menghancurkan moral dan tatanan sosial masyarakat.
Gus Faiz mencontohkan kehancuran peradaban Islam di Andalusia sebagai akibat dari kemerosotan moral dan pendidikan. "Islam pernah hebat di Andalusia. Coba kita datang ke Spanyol, lihat bagaimana peradaban Islam di Sevilla, Cordova. Itu semua adalah peradaban Islam yang cukup maju. Tetapi hari ini, kita bisa melihat kehancuran di sana," ujarnya.
Menurutnya, banyak yang menganggap kehancuran Andalusia terjadi karena perpecahan politik di masa akhirnya. Namun, menurutnya, kejatuhan Andalusia sejatinya berawal dari melemahnya pendidikan dan moral masyarakat seiring kemajuan peradaban.
"Hari ini kita merasa hidup kita modern. Di satu aspek, kita memiliki begitu banyak kemudahan. Semuanya memudahkan dan menyenangkan kita. Tapi jangan lupa, zinnatul mal itu menjadi kata kunci maju dan mundurnya satu bangsa," tambahnya.
Menurutnya, salah satu ancaman moral di era modern adalah judi online. Akses informasi yang terlalu bebas membuat banyak orang, terutama generasi muda, kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
"Kalau dulu orang main judi, bisa kelihatan. Di tempat-tempat perjudian tertentu, di Kasino misalnya. Di pos hansip kadang-kadang. Kalau mau menghentikannya gampang, papannya ambil dan dijemput istrinya," katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa judi online lebih berbahaya karena tersembunyi dan mudah diakses. Sistem ini mendorong orang untuk bermimpi mendapatkan keuntungan instan melalui permainan yang sebenarnya sudah direkayasa.
Gus Faiz pun mengajak Generasi Z untuk menjadi garda terdepan dalam melawan maraknya judi online. "Gen Z harus menjadi garda terdepan bangsa ini. Sekarang ada teroris sejati yang sudah memakan begitu banyak korban dan masa depan anak bangsa, namanya judi online," tegasnya.
Selain menghadirkan ceramah keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski), perpustakaan digital Bimas Islam Kemenag yang menyediakan berbagai literatur keislaman.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan literasi keagamaan di kalangan anak muda. “Kemenag menyediakan Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski), sebuah platform perpustakaan digital yang memberikan akses mudah terhadap berbagai literatur keislaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi keagamaan harus terus berkembang tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga melalui teknologi agar lebih mudah diakses kapan saja oleh generasi muda. “Melalui Elipski, kami ingin menjangkau lebih banyak anak muda, sehingga mereka dapat mengakses buku dan materi keislaman dengan lebih praktis,” tambahnya.
Acara ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari ikatan remaja masjid, mahasiswa, masyarakat umum, serta pegawai Kemenag. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin memahami bahaya judi online dan mampu menyebarkan kesadaran akan dampaknya bagi kehidupan.
Foto:
Dok. Media Istiqlal
Ngabuburead di Istiqlal, Kemenag Ajak Gen Z Waspadai Judi Online
Admin
19 Mar 2025
Warta Istiqlal
Punya Pertanyaan Seputar Islam?
Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.