Foto: Dok. Media Istiqlal

Mimbar Ramadhan: Keajaiban Sujud dalam Shalat Terhadap Kesehatan Otak

Admin 11 Mar 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. (Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ilmuan Indonesia dalam bidang neurosains)

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., ilmuwan Indonesia yang diakui secara global dalam bidang neurosains, menjadi penceramah dalam tarawih di Masjid Istiqlal pada malam ke-9 Ramadhan. 

Dalam ceramahnya, Taruna Ikrar membahas keajaiban sujud dalam shalat dan bagaimana gerakan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan otak, keseimbangan mental, dan ketenangan jiwa.

Dalam aspek kesehatan berdasarkan ilmu kedokteran terkini, sujud memberikan manifestasi yang luar biasa bagi kesehatan otak. Kondisi tubuh pada saat sujud melalui gerakan tubuh menungging dengan meletakkan kepala-dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki pada lantai membuat aliran darah yang kaya oksigen dapat mengalir maksimal ke otak.

Posisi tubuh saat sujud memungkinkan darah yang kaya oksigen mengalir lebih lancar ke otak, mengingat posisi jantung yang lebih tinggi dari kepala. "Dengan kekuatan gravitasi bumi, posisi ini menyebabkan aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak, serta berbagai bagian kepala lainnya.

Shalat tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki manfaat fisiologis yang luar biasa. Otak adalah struktur yang sangat kompleks dan terdiri dari 183 miliar sel saraf (neuron) yang berhubungan satu sama lain. Sujud dapat memperkaya saturasi oksigen serta meningkatkan proses pembentukan dan koneksi sinapsis di antara miliaran sel saraf tersebut.

Sujud dan Kesehatan Otak
Ilmu kedokteran modern telah membuktikan bahwa sujud memberikan berbagai manfaat bagi otak dan kesehatan mental, di antaranya:
1. Meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, yang memperkuat koneksi saraf serta mendukung fungsi kognitif.

2. Merangsang regenerasi sel otak, yang berperan dalam meningkatkan daya ingat dan mencegah gangguan neurodegeneratif. 

3. Menurunkan kadar hormon stres kortisol, yang membantu mengurangi kecemasan serta meningkatkan ketenangan jiwa.

4. Menyeimbangkan sistem saraf, sehingga berkontribusi dalam mengatur emosi dan meningkatkan ketahanan mental.

Dalam bidang neurosains, penelitian telah membuktikan bahwa sujud dapat meningkatkan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi saraf baru. Taruna Ikrar menjelaskan bahwa posisi kepala yang lebih rendah dari jantung saat sujud memungkinkan darah kaya oksigen mengalir lebih lancar ke otak, yang pada akhirnya mendukung stabilitas mental dan kesehatan neurologis.

Sujud sebagai Simbol Kedekatan dengan Allah
Selain manfaat ilmiah, sujud dalam Islam memiliki makna spiritual yang mendalam. Rasulullah bersabda bahwa saat sujud adalah momen terbaik untuk berdoa, karena saat itulah manusia berada dalam keadaan paling dekat dengan Allah.

Lebih dari sekadar ritual, sujud adalah refleksi dari ketundukan, kepasrahan, dan kedekatan batin dengan Sang Pencipta. Orang yang bersujud dengan penuh khusyuk akan merasakan ketenangan jiwa, keseimbangan emosional, serta semakin kuat dalam menghadapi tantangan hidup.

Menghidupkan Keajaiban Sujud dalam Kehidupan

Dalam ceramahnya, Taruna Ikrar menekankan bahwa sujud adalah terapi alami bagi otak dan kesehatan mental. Dengan menjaga shalat serta memperbanyak sujud, umat Muslim tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga memperoleh manfaat luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental.

"Marilah kita menjaga shalat, memperbanyak sujud, serta meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah. Dengan begitu, kita akan memperoleh ketenangan, kesehatan, dan keberkahan dalam hidup."
Dalam Islam, sujud merupakan momen paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

‎"عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ  رواه مسلم

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa  [HR. Muslim, no. 482]

Hal paling hakiki dari sujud adalah merasakan kedekatan antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Dalam kondisi fisik yang tampak rendah, justru Allah SWT akan meninggikan derajat hamba-Nya,

Allah subhanahu wata'ala juga berfirman:
كَلَّاۗ  لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ࣖ

Artinya: "Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan mendekatlah (kepada Allah)." (QS. Al-‘Alaq [96]: 19)

Sujud bukan hanya bentuk penghambaan diri, tetapi juga menjadi sarana mendapatkan ketenangan hati, serta memiliki manfaat ilmiah yang luar biasa bagi kesehatan otak dan meningkatkan ketakwaan, serta memperoleh kesehatan lahir dan batin. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.