Jakarta, Istiqlal.or.id – Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam semesta. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan dialog Muzakarah mengangkat tema Green Economy dalam Perspektif Ekologi Islam Mewujudkan Kesejahteraan Umat dan Kelestarian Alam. Di Masjid Istiqlal, Minggu (15/3/2026).
Dalam pemaparannya, Nasaruddin Umar mengutip firman Allah SWT dalam Qs. Al-Baqarah ayat 30.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah13) di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]:30)
Ayat ini menjelaskan tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi. Ia menjelaskan bahwa sejak awal malaikat mempertanyakan penciptaan manusia karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan di bumi dan pertumpahan darah. Namun Allah SWT menegaskan bahwa manusia memiliki potensi yang tidak dimiliki makhluk lain.
Menurutnya, manusia dianugerahi kemampuan untuk berinisiatif dan bertanggung jawab dalam mengelola kehidupan di bumi. Karena itu, manusia dituntut untuk menggunakan potensi tersebut dengan bijak agar tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan.
“Memang manusia berpotensi melakukan kerusakan, tetapi satu-satunya makhluk Allah yang mampu menjadi khalifah di muka bumi ini hanyalah manusia,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang terhadap seluruh makhluk, baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Sikap tersebut, menurutnya, menjadi contoh bagaimana Islam mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
“Kalau kita mencintai alam semesta, alam pun akan mencintai kita. Tetapi jika kita menyiksa alam, maka alam pun bisa berbalik menyiksa manusia,” ungkapnya.
Melalui pesan tersebut, Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat untuk bersahabat dengan alam serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (VISCHA/ HUMAS & MEDIA MASJID ISTIQLAL)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.