Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kementerian Agama bersama Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), menyelenggarakan Launching dan Book Talk “Istiqlal untuk Dunia: Manifesto Perdamaian dari Indonesia”, di ruang VIP Al Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (5/11/2026).
Buku karya Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, berisi dokumentasi peristiwa bersejarah penandatanganan Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024, yang setelahnya menjadi peta jalan lahirnya kedamaian peradaban dunia. Karena Masjid Istiqlal bukan sekadar simbol kebanggaan bangsa, tetapi juga representasi pesan perdamaian, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara.
"Diplomasi formal menggunakan bahasa baku ternyata tidak mampu meredam konflik yang ada di dunia, (untuk itu) kami mencoba menggunakan bahasa agama (spiritual diplomasi), karena semua orang memiliki hati nurani yang sama (yang mendukung toleransi dan keharmonian sesama)," ujar KH Nasaruddin Umar dalam keynote speechnya.
"Sehingga masjid bukan hanya tempat sujud, tapi juga tempat diselesaikannya persoalan-persoalan keumatan dan kemanusiaan ," tambah KH Nasaruddin Umar.
Melalui peluncuran buku ini, kita juga diharapkan dapat menelusuri gagasan dan refleksi tentang peran Indonesia dalam menghadirkan pesan perdamaian bagi dunia. Bahwasanya agama dapat menjadi energi moral yang menyatukan manusia, memperkuat solidaritas global, serta membangun masa depan yang damai, adil, dan berkelanjutan. Adapun Istiqlal bukan sekadar masjid terbesar di Asia Tenggara, tetapi telah berkembang menjadi simbol harapan dunia.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan Book Talk bersama Dekan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Muhammad Aras Prabowo, Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam, dan Plh. Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Joneri Alimin.
"Deklarasi Istiqlal bisa kita pahami sebagai bagian dari jembatan komunikasi, dengan berkolaborasi—bersinergi bersama berbagai elemen. Karena diplomasi moral, kedamaian, dan agama, berpotensi menjadi isu temporal. Maka tantangannya ialah perlu kolaborasi," terang Khoirul Umam saat membincangkan buku 'Deklarasi Istiqlal'.
Khoirul Umam juga berharap bahwa 'Deklarasi Istiqlal' bisa digaungkan terus menerus. "Kita berharap buku ini dan juga Istiqlal sebagai institusional juga bisa menjadi garda terdepan dalam menggaungkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan kemaslahatan untuk umat."
Muh. Asdar
Ahmad Hidayat
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.