Foto: Dok. Media Istiqlal

Kubah Raksasa & Teras Terbuka: Mengagumi Tata Ruang Masjid Istiqlal

14 Sep 2026

Gedung Induk dan Kubah

Bangunan ini merupakan bagian pokok masjid. Dengan ukuran 100×100 meter, atau luas lantai 1 hektar, ruangan ini dapat menampung lebih dari 16.000 jama’ah. Disekeliling ruang utama khususnya sebelah kanan, kiri, dan belakang terdapat “sayap” tambahan 5 lantai.

Total luas keseluruhannya “sayap-sayap” tersebut adalah 36.980 matau hampir 4 hektar sehingga keseluruhan mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 61.000 orang (untuk tiap orang orang shalat diperlukan 60×100 cm). Di dinding marmer sebelah barat lantai utama shalat ada 3 unit tulisan kaligrafi berukuran 300 cm yang berbunyi “Allah”, “laailahaillallah Muhammadur Rasulullah” dan Muhammad”.

Di atas gedung induk berdiri kubah (Dome) yang berbentuk setengah bola dengan kerangka polyhendrons eks. Jerman Barat yang dibungkus konstruksi beton bertulang, kubah berbentuk setengah bola ini bergaris tengah 45 m, kedudukan di atas ring balok-balok beton berukuran tebal 200 cm, tinggi 450 cm, bagian luarnya diselimuti tegel keramik warna putih dari Jerman dan bagian dalamnya plafon stainless steel model sirip dengan desain interior segitiga yang dihubungkan dengan titik simpul polyhendrons.

Warna kubah bagian dalam warna biru bahan kalkarim dan ada tulisan kaligrafi dari bahan tembaga yang diolah khusus agar idak mudah berubah warna berupa ayat kursi dan surah Al-Ikhlas berkedudukan pada badan ring balok yang telah dilapisi stainless steel.

Kubah yang ditnjang oleh 12 tiang kolom bulat bergaris tengah 2,5 meter berikut pembukusnyadan stainless steel, dihubungkan dengan beton ring balok berukuran 2,4,5 meter, terdapat pula tiang pancang menunjang sebagai pondasinya. Tinggi bangunan adalah 55,8 meter dari permukaan tanah (basement).

Pada bagian puncak dari kubah bertengger lambang Masjid sedunia “Bulan Bintang” terbuat dari stainless steel (baja anti karat). Tinggi tiang penyangga adalah 17 meter dan simbol bulan bintangnya sendiri mempunyai garis tengah 3 meter. Berat seluruhnya 2,5 ton.

 Gedung Pendahuluan da Emper Penghubung

Bangunan ini bertingkat 5, terletak di belakang gedung induk. Fungsi utamanya adalah sebagai tangga menuju ke semua tingkat pada gedung induk. Fungsi lain bangunan ini bersama-sama dengan teras raksasa adalah sebagai perluasan tempat ibadah shalat dari gedung utama.

Luas gedung pendahuluan ini, seluruhnya 5,724 msehingga mampu menampung tambahan jama’ah shalat 8.000 orang. Dengan marmer terpasang 17.300 m dan tiang pancang yang digunakan sebanyak 180 buah, di atas bangunan ini dipasang kubah kecil, dengan garis tengah bangunan 8 meter, ukurannya seimbang dengan bangunan di bawahnya,

Teras Raksasa dan Emper Keliling

teras terbuka yang terletak di belakang dan sebelah kiri gedung induk dimaksudkan untuk menampung melubernya jama’ah pada shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan luas bangunan 19.800 matau menampung hampir 50.000 jama’ah.

Di bawah teras tersebut di basement juga terdapat berbagai fasilitas untuk berwudhu, kamar mandi, WC, dan sejumlah perkantoran. 

Orientasi teras raksasa ini tidak seluruhnya sejalan dengan gedung induk yang mengarah ke kiblat, melainkan sejalan dengan letak tugu Monumen Nasional di tengah-tengah lapangan Merdeka. Emper tengah yang diapit kedua sayap teras, lurus ke arah Monumen Nasional, menunjukan bahwa Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, ini memang masjid nasional yang bersama dengan Monumen Nasional yang menjadi lambang kebesaran bangsa dan menjadi kebanggaan umat Islam Indonesia.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.